DPRD Gresik Buat Perda Perlindungan Guru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, GRESIK – Kasus kenalakan  siswa SMP PGRI Waringinanom telah mendapat perhatian anggota dewan. Saat ini, mereka sedang menggodok Perda perlindungan pendidik dan tenaga kependidikan.

Perda tersebut akan memuat banyak poin. Salah satunya, pasal yang mengatur bentuk ketegasan yang dapat diimplementasikan guru (nonligitasi).

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Khoirul Huda mengatakan, pasal itu nantinya yang akan memperbolehkan guru bertindak tegas. Asal, ketegasannya nanti harus dalam batas kewajaran.

“Seandainya, ketika ada persoalan guru dengan murid, tidak harus diselesaikan secara hukum. Tapi cukup di internal sekolah saja, dengan kekeluargaan,” kata Khoirul kepada JawaPos.com, Minggu (10/2).

Selain Perda, Khoirul juga meminta pihak yayasan SMP PGRI Waringinanom bersikap tegas. Ketegasan tersebut, mengacu pada upaya pembinaan kepada semua siswanya.

Menurutnya, video kenakalan siswa yang viral itu berpotensi mendorong guru untuk melakukan kekerasan kepada siswa. Tentu, akan panjang urusannya jika guru yang melakukan pelanggaran.

Di sisi lain, siswa pada tayangan video tersebut, juga dapat semakin menjadi-jadi jika si guru bersikap pasif. Oleh sebab itu, Khoirul berpendapat, selain gurunya harus bersikap, ada pembinaan juga untuk siswanya.

“Jadi, institusi (yayasan yang menaungi sekolah) yang bersikap tegas. Bukan guru secara individu. Jadi, harus ada pembinaan khusus (untuk siswanya) dan jangan hanya minta maaf, lalu selesai,” kata Khoirul.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, pihak yayasan perlu membenahi manajerial pendidikannya. Sebab, yayasan pasti punya kewajiban membina dan mendidik siswanya.

Di sisi lain, dirinya sendiri tidak memiliki kewenangan untuk memberi sanksi atau apapun kepada sekolah swasta. Untuk itu, Mahin menilai, guru perlu dibekali kemampuan untuk menangani segala macam konfrontasi dengan siswa.

Apalagi, kemampuan untuk menangani kenakalan siswa. “Jadi, kepala sekolahnya atau guru yang bersangkutan perlu di tata kembali. Karena guru nggak hanya beri pelajaran. Guru perlu kemampuan penguasaan kelas,” kata Mahin.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...