Tekan Angka Golput, KPU Makassar Sosialisasi ke Pedagang Pasar – FAJAR –
Politik

Tekan Angka Golput, KPU Makassar Sosialisasi ke Pedagang Pasar

Sosialisasi KPU Makassar untuk menekan angka golput di Pasar Terong, Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Bontoala. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar semakin gencar menggelar sosialisasi. Mereka terus mengampanyekan gerakan anti golput menjelang Pemilu 2019.

Setelah menyasar pelajar sebagai pemilih pemula, kini KPU Makassar aktif mendatangi pasar. Mereka menyasar para pedagang sesuai dengan hasil evaluasi saat Pilkada serentak tahun lalu.

“Pada saat rapat koordinasi dengan Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), kami mendapat fakta bahwa kesadaran pedagang untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada lalu sangat rendah. Walaupun Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah ada di dekat tempat berdagang mereka,” jelas Komisioner KPU Makassar Endang, Senin (11/2).

Dari 15 kecamatan yang ada di Makassar, sebanyak 153 kelurahan memiliki tingkat partisipasi rendah pada Pilkada tahun lalu. Salah satu kelurahan tersebut adalah Tompo Balang di Kecamatan Bontoala. Angka partisipasi di sana hanya mencapai 58,03 persen. Mayoritas pemilih di kelurahan tersebut adalah pedagang.

“Di Kelurahan Tompo Balang, lebih banyak pedagang yang memilih melanjutkan aktivitas jual beli ketimbang menyalurkan hak pilihnya,” terang Endang.

Sosialisasi KPU diharapakan dapat mengunggah kesadaran masyarakat, khususnya pedagang.

“Saat ini KPU memang sedang gencar-gencarnya turun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Kami berusaha mendengarkan kegelisahan yang sedang dialami masyarakat terkait Pemilu, sehingga dapat menjadi masukan bagi kami ke depannya. Juga untuk meningkatkan partisipasi memilih di Makassar,” ucapnya.

Selain memberikan pemahaman terkait tahapan-tahapan pemilu, KPU Makassar juga mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan hoax, ujaran kebencian, hingga money politic.

“Pemilu merupakan pertaruhan integeritas dan idealitas, kita semua harus memiliki komitmen dalam perbaikan negara. Semua itu diawali dengan cara menggunakan hak pilih, jangan golput dan tolak politik uang,” pungkasnya.

(JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!