Video Siswi SMP Saling Jambak di Pantai Tak Berombak Beredar di Medsos

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS— Video perkelahian antar siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan wisata kuliner Pantai Tak Berombok (PTB), Jalan Gladiol. Kecamatan Turikale Maros viral di media sosial  (medsos), Senin, (11/2/2019).

Dari video itu, tampak seorang pelajar putri berbaju kaus hitam dibuntuti oleh dua orang pelajar lainnya dengan memanggil, sambil mengejek. Tak bisa menahan ejekan itu, akhirnya pelajar itu berbalik dan langsung menjambak rambut siswi di belakangnya dan satu siswi lain ikut membantu temannya.

Perkelahian ini terjadi usai mengikuti gelaran Safety Reading Polres Maros Minggu, (10/2/2019).

Meski ketiga siswi yang terlibat perkelahian itu tidak mengenakan seragam lengkap, akan tetapi kedua siswi yang terlibat perkelahian nampak mengenakan celana olahraga bertuliskan SMP Negeri 1 Turikale.

Hingga akhirnya diketahui dari tiga orang yang terlibat perkelahian itu dua diantaranya Siswi kelas VII SMPN 1 Maros yakni RK (13) dan MR (13). Sedangkan satu orang lainnya Siswi kelas IX SMP PGRI 2 Maros, RN (15).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Turikale, Jabaruddin saat ditemui di sekolahnya membenarkan jika kedua siswi yang terlibat perkelahian dalam video tersebut adalah siswinya.

Dia mengatakan pengakuan muridnya itu mereka saling ejek hingga akhirnya terjadilah aksi perkelahian. Mereka merupakan siswi kelas VII.

“Jadi yang terlibat perkelahian itu memang siswa kami. Kalau dilihat dalam video itu memang yang memulai pengeroyokan itu siswi kami, tapi sebelumnya katanya terjadi saling ejek,” ungkapnya.

Dia mengatakan siswinya itu merupakan siswi kelas VII sementara yang diejek merupakan siswi kelas IX SMP PGRI 2 Maros.

Ia pun mengaku heran, karena dari pengakuan siswanya mereka ini sudah lama berteman.
“Mungkin karena sudah keterlaluan ejekannya sehingga terjadilah perkelahian itu,” katanya.

Diakuinya pihak sekolah sudah melakukan upaya mediasi dengan semua pihak, termasuk orang tua siswi yang terlibat perkelahian. Bahkan mereka sudah saling berdamai dan memaafkan satu sama lain.

“Mereka sudah kami pertemukan, orang tua dan keluarganya juga kita panggil dan mereka sudah saling memaafkan. Tapi bagaimanapun pihak sekolah mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu,” akunya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...