Polri Minta Ketua PA 212 Jangan Bawa Massa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penetapan Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif sebagai tersangka pelanggaran Pemilu oleh Polisi diklaim sudah sesuai prosedur.

Slamet Maarif ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan aktifitas kampanye di luar jadwal. Meski begitu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M. Iqbal mempersilakan Slamet Maarif untuk menentang keputusan tersebut. Hanya saja, dia meminta keberatan yang diajukan sesuai dengan mekanisme hukum berlaku.

“Mau di-challenge (ditentang) silakan, asal sesuai mekanisme yang ada. Jangan bawa-bawa massa nanti masyarakat terganggu. Soalnya ada kemacetan,” kata Iqbal saat ditemui di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (11/2).

Sambung Iqbal, setiap warga negara bersamaan kedudukannya di depan hukum. Dengan azas praduga tak bersalah, setiap tersangka dengan kuasa hukumnya berhak melakukan pembelaan.

Tindakan khusus yang diberlakukan kepada Slamet Maarif, lanjut Iqbal, sudah diatur dalam peraturan tindak pidana pemilu.

“Jadi hukum acaranya cepat. Nanti kejaksaan akan menerima itu,” tegasnya.

Selanjutnya, dalam proses penyidikan berikutnya, polisi akan memperkuat dengan alat bukti dan menghadirkan saksi.  “Salah satu memperkuat alat bukti adalah dengan pemeriksaan saksi-saksi,” tandasnya. (RGR/Fajar/rmol)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...