Apakah Telur dengan Bercak Darah Aman Dikonsumsi?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Telur merupakan sumber protein yang hampir setiap hari dikonsumsi. Banyak yang akhirnya mengonsumsi telur sebagai lauk karena cara pengolahannya sederhana. Cukup direbus, diceplok, atau mata sapi Anda sudah bisa menikmati sarapan yang lezat.

Namun tak jarang kita jumpai telur dengan bercak darah dan daging pada telur. Faktanya, frekuensi bercak darah dan daging kurang dari 1% pada semua telur yang diletakkan di pabrik komersial. Warna telur merupakan faktor terjadinya flek darah.

Kejadian bintik-bintik ini adalah sekitar 18% pada ayam yang bertelur coklat, dibandingkan dengan hanya 0,5% pada telur putih. Selain itu, ayam yang lebih tua pada akhir siklus bertelurnya dan ayam yang lebih muda yang baru mulai bertelur cenderung lebih banyak bertelur yang mengandung bintik-bintik darah.

Nutrisi yang buruk termasuk kekurangan vitamin A dan vitamin D serta stres juga dapat meningkatkan peluang telur dengan bercak darah.

Lantas banyak orang yang bertanya-tanya, apakah telur dengan bercak darah aman dikonsumsi? Dapat dimengerti bahwa Anda mungkin khawatir memakan telur dengan bercak darah.

Dilansir dari laman Healthline menurut lembaga Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Dewan Keselamatan Telur, telur dengan bercak darah aman dikonsumsi asalkan telurnya dimasak dengan benar.

Mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang, apakah mengandung bercak darah atau tidak, meningkatkan risiko salmonellosis. Infeksi bakteri salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram perut.

Perhatikan juga bahwa telur dengan warna putih yang berwarna merah muda, hijau, atau merah dapat mengandung bakteri yang menyebabkan pembusukan dan harus dibuang.

USDA setuju bahwa telur dengan bercak darah aman dikonsumsi. Mereka bisa dimakan bersama dengan telur atau bercak darah dan daging dibuang terlebih dahulu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar