Begini Cara Sartono Bentengi Masyarakat dari Tindakan Intoleran

Kamis, 14 Februari 2019 - 14:24 WIB

FAJAR.CO.ID, JATIM – Aksi intoleran saat ini menjadi ancaman besar bagi kerukunan masyarakat Indonesia, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Aksi tak terpuji ini harus diperkuat dengan pemahaman-pemahaman nasionalisme relegius.

Guna mencegah terjadinya tindakan atau aksi intoleran di tengah-tengah masyarakat pedesaan di Jawa Timur, khususnya di Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, dan Magetan, Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Sartono nmenggelar rapat dengar pendapat denganh masyarakat setempat.

Dalam rapat tersebut, Sartono memfokuskan pembicaraannya pada ancaman aksi intoleran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ntak bertanggung jawab, demi kepentingan kelompok atau golongan mereka.

Terlihat, Sartono yang didampingi oleh beberapa staf ahli DPR-RI begitu serius menejlaskan pentingnya pemahaman masyarakat tentang ideologi pancasila. Dalam pemaparannya, staf ahli DPR-RI Dyah Mentari menuturkan, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di tengah masyarakat.

Berangkat dari beberapa kejadian terkait tindakan intoleran di bangsa ini, para pelaku adu domba mulai menyasar daerah-daerah pedesaan sebagai mangsa mereka untuk menebar ketakutan kepada orang lain.

“Kita jangan terlena dengan keadaan yang kelihatan adem ayem di desa–desa, masyarakat harus tetap kita upgrade wawasan kebangsaanya, sehingga kehidupan yang sudah baik di Desa dengan budaya gotong royong, andap asor, tepo sliro dan anggah-ungguh yang adi luhung, yang diajarkan nenek moyang tetap dijaga dan semakin memperkokoh nilai-nilai timur bangsa Indonesia, yang dikenal ramah dan santun,” kata Dyah Mentari dalam paparannya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Trenggalek, Jainal mengakui kegiatan yang digelar oleh Sartono sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. Bahkan, Sartono sendiri adalah satu satu Anggota DPR yang tercatat rajin mengunjungi dan mendengar aspirasi masyarakat.

“Mengingat sangat jarang sekali anggota dewan yang mau bersusah payah menyapa konstituen yang ada di daerah-daerah terpencil. Harapanya peran Pak Sartono yang sudah bagus di Trenggalek dengan berbagai bantuan yang di gelontorkan dari rehabilitasi sarana sosial, ibadah, pendidikan dan fasilitas umum bisa berjalan terus dan diperbanyak porsinya untuk tahun-tahun berikutnya, terutama di daerah,” Ucap Jainal. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.