Bekraf Dukung Pemda Tangsel Lestarikan Kreativitas Bambu

Kamis, 14 Februari 2019 - 17:37 WIB

FAJAR.CO.ID, TANGERANG – Bambu Indonesia merupakan bambu terbaik nomor 2 setelah Tiongkok di tingkat Asia. Komunitas bambu itu perlu diberikan dukungan agar selalu terjaga kreativitasnya.

Demikian hal ini disampaikan oleh Sultan Banten, Bambang Wisanggeni kepada wartawan di acara kominitas Bambu di Tangerang Selatan, Kamis (14/2/2019).

Bambang menyebutkan selain kualitas bambu Indonesia terbaik di Asia, tumbuhan itu juga memiliki kegunaan dan fungsi yang banyak sekali.

“Bambu itu mampu menghisap CO2 lebih besar ketimbang tumbuhan lain, bambu itu merupakan emas hijau dan bambu yang terbaik itu tumbuh di wilayah Banten. Dan saya bangga sekali, “kata Sultan Banten Bambang Wisanggeni.

Untuk menjaga kreativitas komunitas bambu di Banten, Bambang meminta kepada pemerintah daerah Tangerang Selatan dan badan ekonomi kreatif serta semua pihak untuk memberikan dukungannya.

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menegaskan pihaknya akan memberikan dukungan kepada komunitas bambu dengan menyediakan sarana dan prasarana agar kreativitas para pencinta bambu tidak pudar.

“Saya akan menyediakan sarana dan prasarana agar komunitas bambu di sini tetap menjaga dan terjaga kreativitasnya. Sarpras itu akan dibangun dengan menggunakan dana APBD, tolong dibuatkan roadmapnya mulai dari awal, jangka menengah dan jangka panjangnya,” kata Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf juga berjanji untuk mendukung kreativitas bambu yang ada di Tangerang Selatan. Dia mengatakan akan segera membuat MoU dengan Pemda Tangsel.

“Saya sangat mendukung sekali hal ini karena bambu termasuk dari 6 subsektor dari ekonomi kreatif. Bambu itu masuk kategori griya. Saya akan segera membuat MoU dengan Pemda Tangsel agar kreativitas bambu bisa ada jalan tolnya. Ini harus terus berjalan dan dirawat semangatnya,” kata Triawan Munaf.

Caleg dari PKB, Witjaksono Abadiman menambahkan bambu mempunyai sejarah sosial yang panjang di Indonesia. Praktik olah bambu dalam berbagai sendi kehidupan di Indonesia juga merentang panjang dari sejak masa prakolonial hingga saat ini.

“Begitu dekatnya bambu dengan ruang-ruang hidup manusia di Indonesia membuatnya termanifestasikan dalam banyak hal, tidak hanya yang terkait rancang bangun, namun juga dalam dongeng, kepercayaan, hingga falsafah hidup,” katanya Witjaksono Abadiman.

Witjaksono berjanji jika dia terpilih menjadi anggota DPR RI kreativitas bambu di Tangerang-Banten ini akan lebih mulus jalan tolnya. Menurut dia, bambu itu bisa berguna di banyak bidang dan mampu mendongrak ekonomi.

“Kehadiran bambu adalah added value dari desain, sehingga sebenarnya bambu yang “menolong” desain, bukan sebaliknya. Hal ini berubah ketika bambu masuk ke dalam skema industri. Secara otomatis dia menjadi bahasa ekonomi yang berlaku di banyak bidang, tak hanya desain,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.