Sartono Minta Sikap Saling Menghormati Penting Di Tahun Politik

Kamis, 14 Februari 2019 - 13:59 WIB

FAJAR.CO.ID, JATIM – Tensi politik menjelang Pilpres dan Pileg 2019 kian panas. Kondisi ini tak lepas dari sikap oknum-oknum tertentu yang suka menyebar informasi hoax di tengah-tengah masyarakat.

Atas sikap itu, hingga terjadi saling fitnah antar sesama pendukung membuat kondisi makin tegang. Padahal, perbedaan dalam pilihan politik tak seharusnya dijadikan sebagai alat pemecah belah antar sesama. Bahkan, perbedaan itu dikapitalisasi untuk kepentingan mereka.

Menanggapi masalah ini, Anggota MPR-RI Fraksi Partai Demokrat Sartono berharap tidak ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan kondisi tersebut.

“Jadi perbedaan-perbedaan yang muncul saat ini, jangan dikapitalisasi. Seperti sekarang yang terjadi diera digital, era kebebasan. Munculnya statemen dimedsos begitu los, tanpa ada filter mulai dari bawah sampai pusat,” kata Sartono saat membuka sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kemarin.

Dikatakan Anggota Komisi VI DPR-RI ini, dalam kehidupan berbangsa Empat Pilar Kebangsaan harus dijadikan pondasi nasionalisme dan juga sebagai karakter bangsa yang besar. “Sehingga harus kita pupuk dan benar- benar kita tanamkan dalam jiwa. Karena hal tersebut merupakan identitas kita sebagai warga bangsa dan mencintai NKRI hukumnya wajib bagi kita semua,” jelasnya.

Disisi lain, Sartono menyadari penuh, jika dirinya belum mampu memenuhi permintaan masyarakat Jatim, terkhusus masyarakat di daerah pemilihannya. “Walaupun sampai saat ini, dirinya belum bisa memberikan semua yang diinginkan, karena banyaknya kebutuhan,” akuinya.

Lebih lanjut sepupu Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bangbang Yudhoyono (SBY) ini, dirinya mengajak masyarakat untuk calling down jika semua itu tidak ada yang paling benar. “Untuk itu mari sikap toleransi dan menghormati sesama anak bangsa Indonesia,” paparnya.

Menurutnya, kemajemukan dan perbedaan seharusnya menjadi pendorong dan motivasi sebagai bangsa yang lebih kuat lagi.

“Ini lah yang saya katakan, nilai-nilai dari Pancasila, tentang Ketuhanan, Persatuan, Keadilan harus benar-benar dilakukan, jangan hanya slogan, tapi benar-benar menjadi pikiran kita, perasaan kita didalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” tutup politisi Demokrat asal Pacitan ini. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.