Setiap Hari 50 Perempuan di Indonesia Meninggal Karena Kanker Serviks

Kamis, 14 Februari 2019 - 11:26 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Data GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469, atau 17,2% dari kanker perempuan di Indonesia. Angka kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun.

Itu berarti ada 50 perempuan Indonesia meninggal dunia setiap hari akibat kanker serviks. Ini meningkat drastis dari data GLOBOCAN 2012, yang menyatakan 26 perempuan Indonesia meninggal dunia setiap haxri akibat kanker serviks.

Menurut Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), data terbaru GLOBOCAN selaras dengan penelitian di Indonesia, yang menemukan insiden kanker serviks 1 dari 1.000 perempuan.

“Sekitar 80% pasien datang dalam stadium lanjut, dan 94% pasien stadium lanjut, meninggal dalam waktu dua tahun. Kalau dirata-rata, sekitar 40-60 perempuan meninggal dalam sehari,” tutur Prof. Andri, Ketua HOGI (Himpunan Ginekologi Onkologi Indonesia) dalam media workshop yang diadakan Forum Ngobras di Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (13/2).

Cakupan skrining di Indonesia baru 11%, dengan Pap smear sekitar 7% dan IVA (inspeksi asam asetat) sekitar 4%. Salah satu penyebab rendahnya skrining di yakni rasa malas atau enggan untuk melakukan skrining rutin. Ini sangat berbeda dengan pengalaman Prof. Andri di Belanda.

“Di sana, setiap perempuan usia produktif ditelepon setiap tahun untuk skrining rutin,” terangnya.

Skrining merupakan pencegahan sekunder untuk kanker serviks. Ini penting untuk mendeteksi kanker serviks secara dini. Namun, menurut temuan di Australia, Pap smear rutin selama 20 tahun tidak berhasil menurunkan insiden kanker serviks.

“Akhirnya mereka berganti ke vaksin, dan insiden kanker serviks turun 40%. Australia mencanangkan 2030 bebas kanker serviks,” papar Prof. Andri. Australia telah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.