Cak Imin Akui Simbol Ke-Islaman Ikut Mendongkrak Kandidat Jelang Pemilu


Dinamika ke Islaman yang terjadi pada tahun politik, ini kata Muhaimin masih cukup kondusif. Asalkan, tidak terjadi pendangkalan dan kekeringan politik. Dalam hal ini tidak takut kalah dan tidak takut menang. Kedua belah pihak, baik yang menang atau kalah, harus mampu menahan diri agar tidak menimbulkan ancaman bagi keutuhan bangsa dan negara.Sementara itu, Ahmad Ginandjar Sya’ban dalam uraiannya antara lain menyatakan, jauh sebelum lahirnya Budi Utomo, para ulama, sudah mempersatukan bangsa Indonesia, melalui syiar Islam. Bahkan beberapa ulama sempat menjadi tokoh di luar daerahnya, sehingga menimbulkan ikatan kebatinan antara daerah asal dan daerah tujuan. Karena itu, saat gagasan Budi Utomo muncul, perbedaan yang ada demikian Mudha dipersatukan.”Kalau tidak didahului oleh kiprah para ulama, tentu ada banyak perbedaan yang muncul saat berdirinya Budi utomo, dan itu akan menyebabkan kesulitan tersendiri,” kata Ahmad Ginandjar menambahkan. (***)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR