Catut Nama Polwan, Penipu Online Asal Sidrap Diciduk Polisi

Minggu, Maret 24, 2019 - 11:50 am WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Unit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel kembali mengungkap pelaku kejahatan penipuan online dengan mencatut nama polwan. Pelakunya merupakan warga Kabupaten Sidrap.

Pelaku yang ditangkap Abdul Malik (28). Dia ditangkap karena telah melakukan penipuan dengan modus jual beli online kendaraan menggunakan akun Facebook Bripda Sandhy Ayu Putri yang bertugas di Lemdik Sepolwan Ciputat Tangerang.

Bukan membajaknya, melainkan memakai foto profil polwan tersebut dan dibuatkan akun lain. Kemudian barang dagangan yang dijualnya kendaraan roda dua dan roda empat. Di jual di bawah harga pasaran. Keterangan gambar dari kendaraan juga didapatkannya di facebook.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pengungkapan ini bermula saat anggota unit Cyber Crime berpatroli online dan menemukan akun Facebook “Dhy Ayuputri” dengan profil foto polwan berseragam dinas.

“Anggota curiga dengan akun facebooknya ini karena memposting atau berjualan kendaraan dengan harga murah. Sehingga, anggota coba menyelidiki dan berhasil mengetahui bahwa akun facebook tersebut palsu,” katanya di Mapolda Sulsel, Jumat (15/2/2019).

Dicky menerangkan, saat adanya kecurigaan itu, petugas langsung menelusuri sosok foto polwan tersebut. Hingga akhirnya Polwan ini pun mengakui bahwa foto tersebut adalah dirinya. Namun akun facebook hingga postingan jual kendaraan itu, bukan miliknya atau tidak pernah dilakukan.

“Kami curiga jadi kita melakukan pengecekan, apakah betul seorang Polwan berperangkat Bripda melakukan transaksi penjualan mobil dan dia lampirkan foto-fotonya. Namun, Polwan ini tidak pernah melakukan postingan tersebut,” ucapnya

Penelusuran pun terus dilakukan, dan akhirnya sudah tahu bahwa yang memposting ini berada di Sidrap. Kemudian dilakukan pelacakan dan ditangkaplah Abdul Malik di rumahnya.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 51 tentang ITE dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp2 miliar,” beber perwira berpangkat tiga melati itu. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *