Marak Kasus Illegal Logging, JPIK Pantau Lima Provinsi Ini…


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Sulsel mencatat hingga saat ini pembalakan liar (illegal logging) masih marak, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan.Fakta baru yakni dua kali penangkapan kayu Merbau Ilegal dari Papua oleh Satuan Tugas Pemberantas Illegal logging dari Ditjen Penegakan Hukum, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).Kayu ilegal tersebut diamanakan pada Desember 2018 dan Januari 2019 sebanyak 384 kontainer, dengan nilai lebih dari 100 miliar rupiah.Direktur Jurnal Celebes sebagai pelaksana JPIK, Muatam Arif mengatakan bahwa kasus ilegal logging ini masih marak terjadi karena tidak adanya pemantauan dari hulu ke hilir.Kasus tersebut rata-rata diindikasikan melanggar penyalahgunaan izin. Kemudian adanya operasi yang dilakukan pada lingkungan yang tidak tepat.”Mereka pada umumnya memiliki dokumen dan sertifikat SVLK, tetapi teman di lapangan menduga bahwa izin tersebut terbit tidak sesuai prosedurnya. Seperti kayu yang sampai di Sulsel itu sudah seperti prosedurnya, tetapi setelah di konfirmasi asal usul kayu tersebut ternyata sumber kayu itu bermasalah,”ujarnya saat ditemui, Jumat (15/2/19).Selain itu, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) di Indonesia masih sangat lemah. Padahal, Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan lisensi flektif.”Tapi kenyataan di lapangan sistem penerapan SVLK itu masih minim. Makanya dalam program ini kami melakukan pemantauan terintegrasi dari hulu ke hilir. Apa yang kami temukan di Surabaya atau Makassar akan kami konfirmasi dengan daerah lainnya,”jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar