Rekam Jejak Kepedulian Indonesia untuk Palestina


Ikhtiar bangsa Indonesia menjaga Palestina dari kelaparan telah dilakukan sejak 12 tahun silam. Pada periode 2006-2007, ACT menunaikan bantuan itu dalam bentuk paket pangan. Hingga saat ini, ikhtiar itu terus dilakukan dalam wujud program yang lebih variatif.Dapur umum juga menjadi solusi dari meminimalisir dampak kelaparan yang masif. Sabtu (9/2), 500 porsi makanan siap santap diantarkan ke sekolah Al-Horriya di di Kota Gaza. “Dapur umum Indonesia menjadi salah stau quick response bagi kebutuhan pangan masyarakat Palestina,” jelas Faradiba.Air sumber kehidupanAir bersih juga menjadi barang mahal di Palestina, terutama wilayah Gaza. Pasalnya, blokade bertahun-tahun telah membuat sejumlah infrastruktur penghasil air bersih tidak lagi berfungsi baik, seperti mesin desalinasi yang seharusnya bisa membuat air laut menjadi air layak konsumsi. Selain itu, kelangkaan bahan bakar juga membuat pompa air tanah tidak dapat dioptimalkan. Sejumlah sumber air pun tercemar bakteri e.coli.Tidak ada pilihan, warga Gaza terpaksa mengonsumi air yang ada. Padahal, sejumlah penyakit sangat berisiko menyerang tubuh seperti diare dan penyakit ginjal. Bahkan, hal air tidak layak konsumsi mempunyai dampak bagi pertumbuhan anak-anak seperti stunting dan penurunan IQ.Meredam krisis kemanusiaan itu, ACT memasok bantuan air bersih sejak tahun 2015. Data Global Humanity Response (GHR) – ACT tahun 2018 menunjukkan, lebih dari satu juta jiwa telah menerima manfaat program Mobile Water Tank. Air bersih didistribusikan ke sejumlah pemukiman atau pun fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR