Rekam Jejak Kepedulian Indonesia untuk Palestina


Bantuan musim dinginSuhu di Palestina bisa mendekati titik beku bila musim dingin tiba. Jumat (15/2) pagi ini, suhu di negara itu mencapai 6 derajat Celsius. Keadaan itu menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang tinggal di negara konflik. Di Palestina, musim dingin harus dirasakan mereka yang tidak lagi memiliki rumah atau tinggal di kamp-kamp pengungsian.Meminimalisir dampak musim dingin, ACT menyampaikan amanah masyarakat Indonesia dalam sejumlah program, yaitu pemberian kelengkapan musim dingin seperti jaket dan selimut, gas untuk pemanas ruangan, hingga perbaikan atap rumah bagi sejumlah warga. Penyerahan bantuan musim dingin untuk Palestina telah dilaksanakan ACT sejak 2012.“Bantuan yang diberikan bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan keluarga yang sudah disurvei sebelumnya oleh tim ACT. Penerima manfaat dipilih dari keluarga pra-sejahtera yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya memerlukan bantuan orang lain. Sebagian besar dari mereka adalah keluarga dengan jumlah banyak dengan kepala keluarga yang menganggur atau menderita penyakit kronis,” ungkap Andi Noor Faradiba dari GHR – ACT.Layanan kesehatanLayanan kesehatan masuk dalam rangkaian bentuk kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina. Awal tahun lalu, layanan kesehatan ACT untuk Palestina dilaksanakan di Khan Younis dan sejumlah klinik di Gaza.“Musim dingin membuat sejumlah orang terserang penyakit. Relawan medis ACT di Palestina mencatat sekitar 350 pasien yang sudah diperiksa. Penyakit yang banyak ditemukan antara lain flu, radang tenggorokan, batuk, dan peradangan pada saluran pernapasan,” terang Faradiba.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR