Rekam Jejak Kepedulian Indonesia untuk Palestina

Jumat, 15 Februari 2019 18:18

Beberapa tahun silam, layanan kesehatan juga hadir dalam bantuan ambulans. Awal 2015 lalu, ACT mencatat, masyarakat Indonesia pernah mengirimkan bantuan ambulans ke jalur Gaza dibantu pemerintah dan sejumlah lembaga lainnya. Implementasi layanan kesehatan juga pernah diwujudkan dalam bantuan kursi roda ke sejumlah warga Palestina.PendidikanKonflik yang dan okupasi telah membahayakan akses ke pendidikan di wilayah Palestina yang diduduki. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Okupasi Palestina (OCHA OPT) menyebutkan, sejumlah fasilitas pendidikan di Palestina telah rusak.Di Tepi Barat, akses pendidikan dirusak karena penahanan anak-anak, operasi militer dan insiden terkait pemukim.Sedangkan di Jalur Gaza, konflik bersenjata dan penghancuran fasilitas pendidikan terjadi. Blokade Israel dan perpecahan internal Palestina telah sangat mengganggu layanan pendidikan, termasuk kemampuan untuk melakukan kegiatan pendidikan reguler.Fakta itu menjadi salah satu perhatian ACT. Pada 2014, sejumlah pelajar di Palestina menerima beasiswa yang diberikan masyarakat Indonesia melalui ACT. Sementara pada 2018, beasiswa kembali diberikan kepada lebih dari 50 mahasiswa Palestina, khususnya di Gaza.Selain beasiswa, ACT turut mendistribusikan bantuan perlengkapan sekolah untuk menunjang kebutuhan sekolah para siswa Palestina melalui program Back to School.Pemberdayaan ekonomiKonflik membuat lajur ekonomi Gaza terpuruk. Fakta tersebut membuat ACT menginisiasi program pemberdayaan agro-farming yang ditujukan untuk para petani dan peternak di Gaza dalam waktu ke depan.

Komentar