Slank Sepakat RUU Permusikan Dibatalkan

Minggu, Maret 24, 2019 - 12:43 pm WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Grup musik Slank akhirnya menentukan sikap terkait polemik RUU Permusikan yang tengah bergulir. Setelah mengadakan Konferensi Meja Potlot, band legendaris itu sepakat menyuarakan pembatalan RUU Permusikan.

“Setelah mempelajari dengan saksama RUU Permusikan, Slank sepakat dengan rekomendasi membatalkan RUU tersebut. Slank juga mendukung penuh diadakannya Musyawarah Musik Nasional untuk menyerap aspirasi para stakeholder industri musik dari berbagai daerah di Indonesia. Semua demi ekosistem musik indonesia yang lebih baik,” kata Bimbim mewakili Slank, kepada JPNN, Kamis (14/2).

Konferensi Meja Potlot digagas Slank untuk mempertemukan dua kelompok pelaku musik yang saling berseberangan terkait RUU Permusikan (kelompok tolak dan revisi). Pertemuan diadakan di markas besar Slank, Jalan Potlot, Jakarta pada Selasa (12/2) malam lalu.

Setelah diskusi panjang, kedua kelompok itu akhirnya mencapai kesepakatan terkait polemik RUU Permusikan yang ada. Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup dan santai tersebut keduanya kemudian sepakat dalam tiga hal. Pertama, mendesak DPR agar dengan segera melakukan pembatalan RUU Permusikan beserta seluruh proses yang tengah dijalankan di parlemen pada saat ini, sembari menunggu dilaksanakannya Musyawarah Musik Indonesia.

Kesepakatan kedua, yakni menggelar Musyawarah Musik Indonesia yang dihadiri para pemangku kepentingan dari Sabang sampai Merauke. Pertemuan dengan agenda utama di antaranya menyerap aspirasi sekaligus menyepakati atau tidak menyepakati dibentuknya aturan tertulis yang akan mengatur tata kelola industri musik Indonesia.

Poin ketiga kesepakatan pertemuan yakni melakukan pemetaan ulang permasalahan yang sedang terjadi saat ini di industri musik Indonesia. Tujuannya sebagai salah satu cara untuk mencari solusi terbaik.

Dalam Konferensi Meja Potlot yang digagas oleh Slank dan manajemen dihadiri berbagai pelaku musik tanah air. Di antara lain Anang Hermansyah, anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi X dan juga Glenn Fredly yang mewakili Kami Musik Indonesia, sebuah gerakan yang menjadi penghubung dengan perwakilan stakeholder ekosistem musik untuk Rapat Dengar Pendapat Umum dengan DPR RI sebagai inisiator RUU Permusikan.

Sementara dari Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan tampak hadir antara lain Edy Khemod, Endah Widiastuti, Ricky Siahaan, Ramondo Gascaro, Wendi Putranto, Che Cupumanik, Nadia Yustina, M. Asranur, hingga Soleh Solihun.

Para personel Slank sendiri juga hadir di antaranya drummer Bimbim, gitaris Ridho Hafiedz, basis Ivanka, vokalis Kaka, dan manajer Slank, Denny BDN. Sementara gitaris Abdee Negara tidak tampak hadir kemarin. (mg3/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *