5 Catatan Bagi Orang Tua di Hari Kanker Anak Sedunia

Sabtu, 16 Februari 2019 - 07:58 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hidup anak dengan kanker harus tetap berjalan dan semangat. Orang tua pun harus tetap optimis kalau anaknya bisa menggapai cita-cita setinggi langit.

Anak dengan kanker tak boleh sedih di tengah proses perjuangan untuk meraih kesembuhan. Nyeri, muntah, dan kondisi tubuh yang drop sudah pasti mereka alami. Namun itu semua akan terasa ringan dengan dukungan yang kuat dari orang-orang sekitar.

“Seringkali riset yang saya lakukan, 50 persen anak dengan kanker itu datang ke rumah sakit di luar jadwal. Itu karena mereka mengalami efek samping itu, muntah berkepanjangan, susah makan, dan kondisi menurun. Maka langsung masuk IGD. Kondisi seperti itu merugikan anak karena harus memperbaiki kondisi anak dulu,” kata Pakar Kesehatan dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Allenidekania kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Allen, sapaannya, menjelaskan bahwa dunia keperawatan juga selalu mengedukasi para orang tua untuk memotivasi anak agar tetap semangat. Bagaimana cara menangani ketika mereka muntah, memotivasi anak tetap harus disiplin minum obat, makan, dan bersemangat.

“Kami selalu edukasi. Apalagi banyak anak yang sudah dirawat di rumah saja atau perawatan paliatif. Tentu Homecare dibutuhkan,” ungkapnya.

Dalam momentum Hari Kanker Anak Sedunia kali ini, perempuan yang fokus dalam bidang keperawatan anak itu memberikan catatan bagi para orang tua. Apa saja?

Kanker Bukan Akhir dari Segalanya

Memang kanker mengancam kehidupan seseorang termasuk anak. Namun saat ini sudah tersedia teknologi mutakhir beserta terapinya. Maka pesan yang harus diperhatikan bagi orang tua adalah jangan menyepelekan gejala ketika ada perubahan sikap dan kondisi pada anak. Jangan abaikan deteksi dini.

Pilih Gizi Terbaik

Merawat anak sesuai tumbuh kembangnya itu nomor 1. Pemilihan gizi wajib memilih yang terbaik bagi anak sejak usia nol di dalam kandungan. Jangan membiarkan anak asal makan dan asal kenyang. Mulailah perhatikan pola makan anak sejak anak memulai Makanan Pendamping ASI.

Patut Curiga

Jika ada masalah kesehatan yang dihadapi anak, ibu harus curiga. Ketika anak tak mempan diberikan obat apapun, seperti demam tak lagi ampuh diberikan Paracetamol, maka segeralah berkonsultasi kepada dokter.

Harus Tegar

Ketika anak divonis kanker, orang tua khususnya ibu harus menjadi pihak yang paling tegar. Kuatkan fisik jasmani dan mental untuk terus berusaha dan berdoa. Gunakan segala fasilitas pembiayaan yang ada dan sudah ditanggung pemerintah. Sebab penyakit kanker berbiaya tinggi.

Anak Harus Tetap Berkembang

Salurkan anak dengan hobi barunya apalagi jika mereka harus libur atau cuti dari sekolah karena menjalani pengobatan. Misalnya dengan mengajarkan mereka mewarnai atau kursus musik. Jangan putus asa, karena nyawa seseorang ada di tangan Tuhan.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *