Curah Hujan Masih Tinggi, Warga Jogja Diminta Waspada

February 17, 2019

FAJAR.CO.ID, SLEMAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprakirakan dalam 3 hari ke depan wilayah di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengalami hujan sedang hingga lebat. Karena adanya daerah konvergensi di sekitar Jawa akibat munculnya ‘Eddy’ yakni sirkulasi angin tertutup di sebelah barat Sumatera.

Hal itu dikungkapkan oleh Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta, Djoko Budiyono. “Hasil analisa cuaca saat ini utk wilayah DIJ diprediksi sebagian besar berpotensi terjadi hujan sedang-lebat terutama di sore dan malam hari. Ada sirkulasi angin tertutup di sebelah barat Sumatera,” katanya, saat dikonfirmasi Minggu (17/2).

Dampak dari adanya konvergensi atau pertemuan angin ini menyebabkan pembentukan awan-awan hujan menjadi besar di wilayah Jogjakarta. Ia juga menyebut, hingga akhir Februari sebagian besar wilayah DIJ potensi hujan masih dalam kategori tinggi.

“Karena mengingat faktor dinamika atmosfer dan laut masih sangat mendukung bagi pertumbuhan awan-awan hujan,” ucapnya.

Untuk itu diharapkan kewaspadaan masyarakat terutama menghadapi bencana hidrometeorologi. Seperti bahaya banjir, banjir lahar dingin, tanah longsor , angin kencang dan petir yang masih berpeluang muncul. “Hasil pengamatan untuk puncak Merapi pada Sabtu (16/2) malam berkisar 30 milimeter curah hujannya,” katanya.

Terpisah, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, Hanik Humaida menyampaikan, data terakhir hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 41 mm/jam selama 16 menit melalui Pos Kaliurang pada Senin (11/2) lalu.

Meski tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu Gunung Merapi, ia tetap meminta kewaspadaannya. “Selain waspada hujan abu karena adanya guguran dan awan panas, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dingin terutama saat terjadi hujan di hulu sungai,” katanya.

Data terakhir menyebut guguran material kubah lava memang terus terjadi. Pada Minggu (17/2) periode pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, terjadi guguran 10 kali dengan durasi 15-96 detik.

Teramati 4 kali guguran lava ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 300 sampai 950 meter. Kemudian periode pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, terjadi guguran 7 kali dengan durasi 20-36 detik.

(JPC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *