Pentingnya Tahap Prehospital bagi Pasien Sindrom Koroner Akut

Senin, 18 Februari 2019 17:05

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan data Global Health Data Exchange (2017) penyakit jantung iskemik menjadi peringkat ke-2 penyebab utama kematian di Indonesia setelah stroke sejak 2007-2017, dengan peningkatan sebesar 29%.Hal ini juga didukung dengan data survey Indonesia Sample Registration System (2014) yang menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12.9%.Dr. Ade Median Hambari, SpJP sebagai perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiolovaskular Indonesia (PERKI) menerangkan, rekomendasi waktu sejak diagnosis hingga memperoleh pertolongan terapi reperfusi bagi pasien yang datang ke RS yang mampu memberikan pelayanan Intervensi Koroner Primer (lKP) adalah 90 menit.Sedangkan bagi pasien yang datang ke RS yang tidak mampu memberikan layanan IKP, yang kemudian ditransfer RS Iainnya yang mampu memberikan layanan IKP guna memperoleh terapi reperfusi direkomendasikan dalam rentang waktu 120 menit.”Namun, dari sudut pandang tata laksana penanganan Sindrom Koroner Akut (SKA), terdapat fenomena keterlambatan diagnosa pasien di mana kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal dan berkonsultasi kepada tenaga medis diperlukan untuk meningkatkan kebethasilan proses penyembuhan,” jelas dr. Ade di Jakarta, Senin (18/2).

Bagikan berita ini:
9
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar