Potensi Pajak Rp 100 Miliar Menguap, 2 Instansi Kebut Penyisiran

Minggu, Maret 24, 2019 - 11:42 am WIB

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Pendapatan asli daerah (PAD) Samarinda dari sektor pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) lepas target. Dari Rp 38 miliar yang ditargetkan pada 2018, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hanya meraup Rp 35 miliar. Kontribusi warga Samarinda terhadap pendapatan tersebut masih minim.

Kepala Bapenda Samarinda Hermanus Barus mengatakan, potensi PAD dari sektor PBB-P2 sebenarnya sangat tinggi. Bahkan, mencapai Rp 100 miliar. Itu dapat terjadi apabila semua warga taat membayar pajak.

“Masalahnya, kalau ada kepentingan baru mengurus pajak bangunan. Itu sering terjadi,” katanya seperti dikutip Kaltim Post (Jawa Pos Group), Senin (18/2).

Pihaknya sudah berupaya menggenjot penerimaan dengan menerbitkan surat pemberitahuan tahunan (SPT). Bahkan, 215 ribu SPT telah disebar kepada wajib pajak agar membayar PBB-P2. “Tapi, yang mengembalikan SPT hanya 80 ribuan. Banyak yang tidak membayar,” katanya.

Namun, Bapenda tidak tinggal diam. Pihaknya segera menuntaskan pemutakhiran data wajib pajak. Termasuk menertibkan kembali sejumlah wajib pajak agar melunasi kewajibannya. Salah satu langkah yang akan diambil, bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda dan Badan Jaminan Pelayanan Kesehatan (BPJS) untuk membantu pendataan terhadap wajib pajak.

“Jadi, setiap pembuatan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan surat keterangan BPJS, akan disisihkan data yang masuk kategori wajib pajak. Semoga dapat mendongkrak PAD,” harapnya.

Terkait pajak di sektor lain, Hermaus Baru mengakui sudah mengalami kenaikan, meskipun tidak signifikan. Dia memastikan, pendapatan dari pajak restoran, hotel, dan hiburan telah membaik. “Kami berharap selalu ada kenaikan setiap tahunnya,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *