Terapi Reperfusi Dapat Mencegah Kematian Ketika Serangan Jantung

Senin, 18 Februari 2019 - 17:39 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menurut Iaporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 penyakit jantung koroner yang termasuk di dalamnya Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab kematian paling banyak setelah stroke dan hipertensi.

Jantung koroner termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular terbanyak pada tahun 2018 yakni sebanyak 3.910 kasus. Oleh karenanya, diagnosis dini dan tatalaksana yang adekuat dapat menurunkan mortalitas SKA.

Program HEBAT (HEartBeATs) Indonesia ini akan berfokus pada tatalaksana penanganan SKA dalam tahap prehospital dimana terapi reperfusi penting dilakukan dalam rentang ‘Periode Emas’ guna mencegah kematian pada pasien yang mengalami serangan.

Baca Juga : Pentingnya Tahap Prehospital bagi Pasien Sindrom Koroner Akut

Implementasi program ini akan mulai dilakukan pada tahun ini secara bertahap, dimulai dengan studi formatif yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Sehingga kedepannya akan dipertimbangkan untuk dilanjutkan dengan program intervensi sesuai dengan hasil studi formatif.

Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPM, PhD, Ketua Center of Health Economics and Policy Science (CHEPS) Universitas Indonesia menjelaskan, studi formatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penundaan tahap prehospital pada pasien SKA di Indonesia, seperti edukasi untuk meningkatkan kesadaran pasien.

Kemudian investasi terhadap sarana penunjang dan praktek kerja di lapangan yang dibutuhkan untuk mempersingkat penundaan tahap prehospital pada pasien SKA.

“Sehingga, diharapkan studi ini dapat mendorong pengembangan strategi inovatif untuk mengurangi penundaan pada tahap prehospital pasien-pasien SKA di Indonesia untuk mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar Prof. Budi di Jakarta, Senin (18/2).

Studi formatif akan dilaksanakan kepada populasi pasien termasuk mereka yang mengalami nyeri dada akut yang kemudian didiagnosis sebagai SKA dan dirawat di unit gawat darurat. Penelitian akan berfokus pada responden di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK).

Data pasien akan dikumpquan secara berurutan pada saat masuk, keluar dan selama masa tindak lanjut. Proses pengumpulan data akan dikumpulkan oleh enumerator terlatih, dalam koordinasi erat dengan staf RSJHK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *