Diduga Lakukan Persekongkolan Tender Jalan di Bantaeng, Tiga Perusahaan Disidang KPPU

February 19, 2019

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar menggelar sidang pemeriksaan laporan dugaan pelanggaran (LDP). Tiga perusahaan yang terlapor diduga melakukan persekongkolan pada tender jalan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Sidang dengan agenda Pemeriksaan Pendahuluan I, yaitu pembacaan dan penyampaian Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) dari Investigator KPPU.

Tiga perusahaan terlapor yang melakukan persekongkolan yaitu, PT Agung Perdana Bulukumba, PT Yunita Putri Tunggal, dan PT Nurul Ilham Pratama.

Perusahaan yang terlapor itu diduga melanggar Pasal 22 UU No 5/1999 terkait pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Bateballa-Jatia CS, pada Satker Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2017.

“Dalam perkara ini perusahaan tersebut melanggar Pasal 22 UU No 5/1999 dengan nilai HPS sebesar 44 miliar rupiah lebih,”ujar Ketua Komisi, Yudi Hidayat saat membacakan draft sidang di Ruang Sidang KPPU Kantor Perwakilan Daerah Makassar, Selasa (19/2/19).

Tak hanya itu, ketiga perusahaan ini juga melakukan persekongkolan terkait tender peningkatan jalan di Kampung Bakarra-Sabbannyang pada Satker Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2018.

Dalam perkara ini, ketiga perusahaan ini juga telah menggelapkan dana senilai 32 miliar rupiah lebih. Dalam LDP terhadap kedua perkara tersebut, investigator menyampaikan adanya indikasi yang kuat terjadinya persekongkolan tender secara horisontal atau antar sesama peserta tender.

Persekongkolan tersebut dilakukan oleh para Terlapor untuk mengatur dan/atau menentukan pemenang tender dimana PT. Agung Perdana Bulukumba menjadi pemenang dalam paket lelang.

“Sedangkan PT. Yunita Putri Tunggal dan PT. Nurul Ilham Pratama diduga kuat keikutsertaanya hanya sebagai pendamping,”jelasnya. (sul/fajar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *