Ingin Mandiri Kelola Air, Anies Minta PD PAM Jaya Gerak Cepat

Selasa, 19 Februari 2019 - 06:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyampaikan akan merebut kembali pengelolaan air di ibu kota dari tangan pihak swasta. Hal ini dilakukan agar pengelolaan air dapat dilakukan secara mandiri.

Melihat rekam jejak, Anies menyampaikan bahwa pada 1997 telah dilakukan kesepakatan kerjasama tentang pengelolaan air dengan pihak swasta. Kerjasama telah berjalan selama kurang lebih 20 tahun.

Namun selama waktu itu, tambahan cakupan layanan tidak berkembang seperti yang diinginkan. Yakni dari awal sudah 44 persen dan bertambah menjadi 59,4 persen saja. Padahal target yang ditetapkan pada 2023 mencapai 82 persen cakupannya.

“Jadi dalam 25 tahun harusnya akan meningkat 2 kali lipat dari 44 menjadi 82. Dalam kenyataannya itu tidak terjadi, maka posisi yang kami akan melakukan pengambilalihan atas pengelolaan air itu,” tuturnya di Gedung BPK RI, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

Anies menjelaskan perhitungan tadi adalah belum final, namun ia menekankan bahwa faktanya kerjasama bukan swasta dengan Pemprov DKI. Namun, kerjasamanya adalah antara pihak PDAM dengan swasta .

“Jadi BUMD dengan swasta karena itu kita memberikan instruksi kepada PDAM untuk mulai menyiapkan proses pengambilalihan saham, pengelolaannya dan jadi nanti hubungannya adalah business to business, antara PDAM dengan swasta. Kami di pemerintah seperti jalurnya tadi adalah melalui PMD,” paparnya.

Tidak hanya itu, Anies pun meminta BPK untuk mendukungnya dalam hal pengambilalihan pengelolaan air tersebut. Seperti mengaudit kerjasama selama ini, sehingga Anies yakin memiliki dasar yang lebih kuat untuk bergerak ke depan

“Ke depan juga prosesnya kami berharap akan bisa tuntas segera, Insya Allah 1 bulan sejak minggu lalu. Kami akan bisa menyepakati beberapa hal dalam head of agreement,” pungkasnya

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.