Bawaslu Larang Caleg Kampanye di Rusun

Minggu, Maret 24, 2019 - 12:08 pm WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menyambut baik atas imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pelarangan kampanye Calon Legislatif (Caleg) di rumah susun (rusun). Sebab, hal ini pun dilarang dalam Undang-Undang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto menjelaskan, pemerintah telah menempel spanduk larangan pemasangan atribut kampanye di beberapa rumah susun yang ada di Jakarta.

“Teman-teman dari unit pengelola rusun sudah ada yang pasang spanduk (larangan) ini. Ini implementasi arahan dari Bawaslu. Contohnya sudah dipasang di Marunda. Rusun lain ngikutin,” kata Kelik saat dikonfirmasi, Rabu (20/2).

Selain itu, Kelik pun melihat larangan kampanye di rusun ditolak keras oleh para anggota DPRD DKI Jakarta. Sebab, ia menduga para anggota dewan akan melakukan kampanye di rusun juga.

“Sampai sekarang nggak ada yang kampanye di rusun. Justru itu yang teman-teman dewan keberatan karena mereka akan masuk juga kayaknya,” ungkapnya.

Larangan kampanye di rusun ini, lanjut Kelik, memang akan menuai pro dan kontra sebab akan ada diskusi lanjut terkait hal ini. Rencananya hal ini akan dibahas pada hari ini, Rabu (20/2).

“Mau dibahas lagi di dewan. Bukan ranah kami sebenarnya untuk aturan boleh atau enggaknya,” tegasnya.

Untuk diketahui, rusun adalah fasilitas umum milik pemerintah yang tidak boleh dipakai untuk kampanye. Larang ini sesuai dengan pasal 280 nomor ayat 1 huruf h jo 521 UU nomor 7 tahun 2017. Sanksinya pidana 2 tahun dan denda Rp 24 juta.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *