Demi Gaya Hidup, Mahasiswi Curi Uang di Ponpes Rp 213 Juta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALANG – Mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, dia diduga mencuri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang. Uang yang digondolnya sebesar Rp 213 juta. Hasil kejahatan itu kemudian digunakan untuk memenuhi gaya hidupnya yang glamour.

Pelaku berinisial SAF, 21, warga Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Tersangka berhasil diamankan aparat Polsek Singosari. “Motifnya keuntungan pribadi. Gaya hidupnya glamour, suka belanja,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono saat jumpa pers di Mapolsek Singosari, Rabu (20/2).

Pelaku menjalankan aksinya pada Rabu (13/2) lalu. Sebelum melakukan pencurian di Ponpes Al-Ishlahiyah, pelaku sempat akan memasuki ponpes lain di sekitarnya. Namun karena kesulitan akses masuk, akhirnya pelaku pindah tempat.

“Petugas juga menemukan kronologi rekaman dari pelaku. Ada salah satu pondok dimasuki tersangka. Karena sulit akses dan ada CCTV, dia (tersangka) masuk ke Pondok Ishlahiyah,” ujar Supriyono

Setelah berhasil masuk Ponpes Ishlahiyah, pelaku mengambil uang Rp 213 juta yang tersimpan di lemari. Pengurus pondok kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Singosari. “Yang dilaporkan pengurus ada Rp 130 juta. Tapi dari hasil penyelidikan ternyata lebih. Ada sekitar Rp 213 juta,” jelasnya.

Pelaku mengaku melakukan aksinya sendirian. “Saat melakukan penyelidikan, dicurigai lebih dari satu (pelaku). Setelah penangkapan ternyata dilakukan sendiri,” sambung Supriyono.

Selanjutnya, pelaku membelanjakan uang hasil curian di salah satu mall di Kota Malang. Seperti untuk membeli baju dan sandal. Bahkan, pelaku juga menggunakan uang tersebut untuk berobat di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. “Yang sempat dibelanjakan ada sekitar Rp 2 juta,” terangnya.

Pelaku kemudian pulang ke rumah orang tuanya di Tuban untuk melarikan diri. Petugas pun melakukan pencarian hingga ke Tuban. Senin (18/2) lalu, pelaku berhasil dibekuk di kediamannya. Sejumlah barang bukti turut disita. Antara lain nota bukti belanja, pakaian, sandal, dan nota rumah sakit. “Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya di Tuban, berhasil ditemukan barang bukti terkait pencurian,” ungkapnya.

Pelaku sempat mengembalikan sisa uang yang dicuri ke Ponpes Ishlahiyah sebesar Rp 146 juta. Uang dikirim melalui paket. Pelaku mengirimkan uang tersebut karena takut.

“Ada yang dikirim ke pondok. Dibungkus kresek hitam, dimasukkan kardus. Dengan nama dan nomor palsu. Karena takut dan videonya (aksi pencurian) juga viral. Dia juga tahu kalau dikejar kepolisian,” beber Supriyono

Kini, polisi masih menelusuri sisa uang yang tidak dikembalikan. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku diduga pernah terlibat pencurian laptop dan ditangkap Polsek Sukun.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...