Pendaftar SNMPTN Berkurang, Menristekdikti Beri Penjelasan

Minggu, Maret 24, 2019 - 12:11 pm WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) resmi menutup pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019, Selasa (19/2). Hasilnya, jumlah pendaftar tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir lantas memberikan penjelasan. Menurutnya, jumlah pendaftar via online sama saja setiap tahun. Sebab menggunakan portofolio dari sekolah.

Jika dibilang jumlahnya menurun, pendaftaran online tidak serta-merta membuat calon mahasiswa resmi terdaftar. Ada calon mahasiswa yang tidak hanya mendaftar pada satu kampus.

Sehingga ada kemungkinan calon mahasiswa memutuskan beralih ke kampus lain yang menerimanya lebih dahulu. Apalagi jika kampus tersebut lebih baik ketimbang kampus pilihan keduanya.

“Ada kalanya calon mahasiswa telah lebih dahulu diterima di kampus lain. Mungkin menurut mereka, kampus itu lebih baik,” kata Nasir di Surabaya, Rabu (20/2).

Secara umum, prosedur SNMPTN 2019 sama saja. Calon mahasiswa akan menyerahkan portofolio atau riwayatnya semasa di SMA. Para lulusan SMA akan menyerahkan portofolionya ke Pangkalan Data Siswa Sekolah.

Bagaimana kiprahnya dan apakah berprestasi di bidang tertentu atau tidak. Setelah itu, mereka dapat memilih kampus tujuan.

“Setelah itu akan ditentukan sistem perankingan dan nilai. Standarnya mengacu pada ketetapan yang telah diputuskan panitia (penerimaan mahasiswa baru),” jelas Nasir.

Ditanya soal adanya mahasiswa dengan nilai tinggi yang tidak diterima di kampus pilihannya, Nasir meragukannya. Menurutnya, hal itu terjadi hanya karena sekolahnya belum terhubung dengan sistem penerimaan mahasiswa baru.

Nasir juga menampik jika berencana menurunkan grade penerimaan karena masalah tersebut. Untuk itu, dia mengimbau agar calon mahasiswa memastikan apakah sekolahnya telah terhubung dengan sistem penerimaan mahasiswa baru.

“Bukan lalu kami menurunkan grade. Bukan sistemnya yang salah. Tapi cara membaca kepala sekolah itu yang kurang. Sehingga ada nilai siswa yang belum masuk,” tegasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *