Sambangi KPK, Khofifah-Emil dan Kepala Daerah Lain Dibawa ke Rutan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah kepala daerah hari ini, Rabu (20/2) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan mereka bertujuan dalam rangka pencegahan korupsi. Adapun, dalam pertemuan ini mereka diajak pimpinan lembaga antirasuah untuk melihat rutan KPK.

Gubernur-Wagub Jatim Khofifah Indar Parawangsa-Emil Dardak, Gubernur-Wagub Riau Syamsuar-Edy Natar Nasution satu persatu berjalan ke rutan yang terletak di belakang gedung Merah Putih. Mereka didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan juru bicara KPK Febri Diansyah. Namun, kendati ikut datang, tak tampak Gubernur Jambi Fahrori Umar dalam kunjungan ke ‘Hotel Prodeo’ itu.

Saut mengatakan, tujuan pihaknya mengajak sejumlah kepala dan wakil kepala daerah tersebut agar tidak ada lagi kepala daerah yang menjadi ‘pasien’ KPK.

“Maksudnya kita kemari adalah supaya ada semangat bahwa sampai kapan pun tidak akan masuk ke ruangan ini lagi, kira-kira begitu. Itu yang kita mau, sehingga cukup paling tidak sampai sini (depan) saja, tidak masuk ke dalam,” kata Saut di depan rutan KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Selanjutnya, sesampainya di depan pintu rutan, mereka hanya diperkenankan melihat suasana rutan sekitar 5 menit. Selebihnya, mereka berdiskusi terkait pencegahan korupsi bersama KPK. Pembicaraan itu menurut Saut, terkait rencana KPK dan masalah di masing-masing daerah.

“Ada sejumlah planning-planning tadi kita sampaikan, setiap daerah mempunyai masalah tersendiri dan kita juga tadi spesifik pada beberapa hal, sehingga nanti ke depan koordinator wilayah akan menjaga beliau,” jelasnya.

Saut menambahkan, 3 daerah yang dihadirkan ini merupakan daerah istimewa yang harus dijaga agar terhindar dari korupsi. Sebagai contoh Provinsi Riau yang sudah mengirim 3 orang sebagai tersangka.

“Saya pikir ke depan, ini daerah istimewa kebetulan. Sebagaimana Riau kita tahu, 3 (gubernur) sudah jadi pasien, nggak akan lagi pak ya?” ujar Saut sambil tertawa kepada Gubernur Riau, Syamsuar.

Sementara Syamsuar yang merupakan Gubernur Riau mengaku mendapat pencerahan usai bertemu pimpinan KPK.

“Kami sudah mendapatkan pencerahan, itu jadi acuan kami. Kami bersama Pak Edy tidak mau menjadi (kepala daerah dari Riau) yang keempat dan kami siap menjalani rekomendasi dari korsup pencegahan,” pungkasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...