Sasar Timor Leste, Branding Besar Wonderful Indonesia Konser Musik Makin Semarak

Rabu, 20 Februari 2019 - 00:32 WIB

JAKARTA – Publikasi branding Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019 akan direalese secara masif. Promosi event akan dilakukan secara offline dan online. Semua platform media akan digunakan. Obyek yang dibidik adalah masyarakat Timor Leste (Tiles).

Edisi pertama KMPA 2019 akan dirilis 8-9 Maret. Lokasinya berada di Lapangan Umum Simpang Lima, Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Konser musik ini akan menampilkan d’Masiv (Indonesia) dan Gerson Oliveira (Tiles). Gerson akan tampil Jumat (8/3), hari berikutnya d’Masiv, dan penampilan band lokal Harmony Band.

Menambah gema KMPA 2019, skenario branding masif akan dimulai Kamis (18/2). Aktivitas ini diawali offline, yaitu penyebaran flyer dan pemasangan baliho. Untuk flyer akan di sebar di Kota Dili, Tiles. Spot yang dituju adalah sekolah, tempat ibadah, dan mall. Adapun agenda pemasangan baliho dilakukan di Oecusse, Batugede, dan Dili.

“Maret sebentar lagi. Promosi sudah harus dilakukan dari sekarang. Tujuannya agar sebarannya optimal. Masyarakat Timor Leste menjadi semakin mengert. Mereka juga memiliki waktu untuk merencanakan perjalanan ke Atambua,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Senin (18/2).

Aktivitas branding offline pun berlanjut. Pada Sabtu (23/2), dilakukan pemasangan baliho serentak pada 3 pintu crossborder. Ada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, PLBN Motaain, dan PLBN Motomasin. Lalu, ketiga PLBN ini juga dipasangi vertical banner pada Kamis (7/3). Kiki-sapaan Rizki Handayani-pun menambahkan, promosi gencar diarahkan agar arus masuk wisatawan Tiles maksimal.

“Promosi harus dilakukan secara gencar dan terstruktur. Artinya, terpola bagus. Dengan begitu, konser musik yang digelar akan maksimal. Parameternya jelas, yaitu jumlah kunjungan wisatawan Timor Leste yang besar. Kehadiran mereka ini akan banyak memberikan impact positif bagi pariwisata di Atambua dan sekitarnya,” lanjut Kiki.

Selain offline, branding secara online juga gencar dilakukan. Kanal medianya dari sosial media, televisi, radio, pemberitaan online, hingga SMS Blasting. Penggunaan kanal media tersebut efektif karena banyak diakses masyarakat Tiles. Mengacu survey Kemenpar juga EtCetera Promosindo, warga Timor Lorosae ini aktif di dunia maya. Media sosial yang dipakai didominasi Facebook (67,4%) dan Instagram (21,7%).

Mengoptimalkan fungsi media sosial, kanal @viralkupang dan GenPI akan dimaksimalkan. Beberapa hastag top keywords trending topic disiapkan. Hastag seperti, #konsermusikperbatasanatambua2019, #atambua2019, #kmpa2019, #konsermusikatambua, #timorleste, #easttimor, juga #timorlorosae hingga #wonderfulindonesia. Media sosial diandalkan 58,7% warga Timor Lorosae untuk menyaring info event.

“Media sosial ini media ampuh untuk branding. Diterapkan simpel, tapi pesan langsung sampai kepada orang per orang. Waktunya juga sangat cepat. Apalagi, masyarakat juga aktif pada media sosial. Potensi ini jelas akan dimanfaatkan,” papar Kiki lagi.

Penguatan volume promosi juga dilakukan melalui televisi. Rencananya skenario ini dijalankan 3 hari jelang event. Kanal yang digunakan GMNTV RDTL dan Radio Televisao Timor Leste (RTTL). Mengacu data Kemenpar juga EtCetera Promosindo, 58,7% warga Timor Lorosae mendapatkan informasi event dari televisi. Lalu, sebanyak 22,2% mengaksesnya dari media online.

“Branding lebih gencar pasti dilakukan. Apalagi, update karakter masyarakat Timor Leste sudah kami ketahui. Data ini jadi acuan kami untuk meningkatkan gema branding. Intinya semua lini media dipakai, termasuk SMS Blasting. Tinggal komposisinya yang diatur agar semakin tepat sasaran,” terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani.

Mengemas lebih menarik, promosi juga dilakukan melalui Radio Ads dan Talkshow. Paket agenda ini digulirkan 10 hari menuju event. Kanal yang akan dipilih tetap GMNTV RDTL dan RTTL hingga RRI Atambua. “Talkshow akan dikemas unik. Nantinya beragam informasi seputar KMPA 2019 akan kami detaikan lagi di situ. Termasuk, informasi pariwisata lainnya,” tegas Ricky lagi.

Setelah melewati pre event, promosi juga tetap dilakukan saat on event. Bentuknya beragam seperti, baliho, vertical banner, banner, t-shirt VIP, topi, juga goddy bag. Optimalisasi publikasi juga dilakukan melalui kanal media cetak, electronic, dan online. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, branding yang masif akan memberikan impact positif terhadap jumlah pengunjung event.

“Skenario branding untuk event pertama KMPA 2019 sudah maksimal. Semua lini media akan dipakai, termasuk media sosial. Harus diakui, media sosial diandalkan mayoritas masyarakat untuk mengakses informasi. Jadi, sekarang tinggal pelaksanaannya saja. Kami optimistis, repon publik Timor Leste akan sangat positif menyambut event ini. Sebab, artis yang tampil itu idola mereka,” tutup Menpar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.