Sebanyak 5,5 Juta Buku Impor akan Hadir di Big Bad Wolf

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bazar Buku Big Bad Wolf akan kembali hadir di Indonesia tepatnya di ICE BSD Hall 6 – 10 (5 Hall), Tangerang, Banten pada 1 Maret – 11 Maret mendatang. Sebanyak 5,5 juta buku akan dihadirkan bazar buku terbesar di dunia ini.

Berbeda dari bazar-bazar buku pada umumnya, Big Bad Wolf akan berlangsung selama 24 jam non-stop, dengan penawaran diskon mulai dari 60% hingga 80% untuk semua buku impor.

Bazar yang dipersembahkan PT. Jaya Ritel Indonesia ini merupakan keempat kalinya di adakan di Indonesia. Berdiri pada 2009 di Malaysia, Big Bad Wolf Books memiliki misi untuk mengubah dunia dengan menggalakkan budaya membaca sejak dini serta menyediakan akses untuk memperoleh buku-buku yang baik dan berkualitas.

Dengan harga yang sangat terjangkau,
diharapkan dapat meningkatkan minat baca kalangan rakyat Indonesia dari berbagai lapisan umur termasuk yang berada di pelosok tanah air.

Tahun 2019 ini Bazar Buku Big Bad Wolf akan diadakan di tujuh kota besar di Indonesia mewakili Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan
dan Sulawesi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bazar Buku Big Bad Wolf akan memberikan kejutan
dengan menghadirkan “Buku Ajaib Little Hippo”.

Dimana buku ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang merupakan terobosan baru dalam menjadikan cerita dan pembelajaran lebih interaktif serta mengembangkan imajinasi anak-anak.

“Melalui ‘Buku Ajaib Little Hippo’ anak-anak dapat merasakan pengalaman unik menyaksikan karakter favorit mereka menjadi hidup,” ujar Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia pada konferensi pers di Balai Kartini Jakarta, Selasa (19/2).

“Dalam aplikasi ini, anak-anak diajak untuk membaca, belajar, bermain dan berinteraksi dengan karakter kesayangan, seperti mewarnai halaman, menemukan objek tersembunyi, menikmati berbagai kreasi animasi, musik dan masih banyak lagi,” tambah Uli.

Uli merasa terus tergerak dengan melihat
kondisi minat baca di Indonesia. Mengutip data UNESCO persentase minat baca anak
Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Dilihat dari sisi jumlah buku, satu buku dibaca 15 ribu orang padahal yang seharusnya menurut UNESCO, 1 buku hanya dibaca untuk dua orang.

Dalam bidang literasi Indonesia masih terus
berjuang untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang terbilang cukup rendah, namun memiliki potensi peningkatan yang besar jika diberikan fasilitas yang memadai.

Untuk itu Bazar Buku Big Bad Wolf akan terus berjuang dalam menyediakan akses agar masyarakat dapat memperoleh buku bacaan yang baik sehingga minat baca masyarakat di Indonesia akan terus meningkat.

“Bazar Buku Big Bad Wolf juga akan terus berinovasi guna menarik minat baca khususnya pada anak usia dini dan salah satu dari inovasi tersebut adalah Buku Ajaib Little Hippo,” jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...