Sindir Kinerja Polda dan Kejati Sulsel, Aktivis Mahasiswa Bakal Demo Besar-besaran

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dampak penanganan kasus pengrusakan ruko di Jl Buruh Kecamatan Wajo Kota Makassar yang tak menunjukkan titik terang selama dua tahun, semakin berdampak luas. Kritikan terkait kinerja aparat hukum pun mulai berdatangan.

Salah satunya dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam Cabang Makassar (LKBHMI Makassar). Mereka mengkritik keras kinerja Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Sulsel dan Kejaksaan Tinggi Sulsel dalam penanganan kasus dugaan pidana pengrusakan secara bersama-sama yang telah menjerat, Jemis Kontaria dan rekannya Edy Wardus sebagai tersangka.

Menurut Direktur LKBHMI Cabang Makassar, Juhardi, kasus yang menjerat pemilik toko emas Bogor dan seorang pemborong tersebut ditangani sejak tahun 2017. Namun hingga saat ini berkas perkara keduanya tak juga dinyatakan lengkap (P.21). Malah terus bolak-bolak antara Jaksa dan Penyidik.

“Kapolda dan Kajati harus segera evaluasi kinerja bawahannya ini. Sangat tidak masuk akal, kasus yang begitu jelas bahkan diperkuat oleh putusan praperadilan malah sulit dirampungkan dan dinyatakan P.21. Kami curiga ada dugaan kongkalikong,” tegas Jo sapaan akrab Juhardi dalam rilisnya, Senin (18/2/2019).

Ia berjanji secara kelembagaan akan melakukan unjuk rasa besar-besaran di Kantor Kejati Sulsel dan Mapolda Sulsel guna menagih progres penanganan kasus tersebut.

Sekaligus, lanjut Jo, pihaknya akan menantang Polda Sulsel dan Kejati Sulsel untuk segera mengadakan gelar perkara terbuka agar semuanya kelihatan secara terang benderang.

“Tak jelasnya penanganan kasus ini menandakan jika supremasi hukum di Sulsel belum berjalan maksimal. Kami akan segera turun menagih kejelasan kasus ini agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” ucap Jo.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Syarifah Fitriani


Comment

Loading...