Kasus Pengrusakan Ruko oleh ‘Bos Emas’, Jaksa Tuding Penyidik Tak Lampirkan Barang Bukti

Kamis, 21 Februari 2019 - 13:45 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penanganan kasus pengrusakan ruko di jalan Buruh Kecamatan Wajo Kota Makassar yang menjerat ‘Bos Emas’ Jemis Kontaria dan kepala pemborong Edi Wardus sebagai tersangka, masih terus bergulir tanpa menunjukkan titik klimaks. Tudingan penyidik Polda Sulsel tidak melampirkan barang bukti kasus pun dilayangkan oleh jaksa tatkala ditanya terkait kendala penanganan kasus yang terus berujung P18 atau pengembalian berkas yang hasil penyelidikannya belum lengkap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan petunjuk jaksa terkait unsur ‘vicarous liability’ atau pertanggung jawaban pengganti dalam perkara ini, sudah sesuai dengan kajian jaksa selaku penuntut umum.

Namun, apakah petunjuk tersebut dinilai pihak korban atau pelapor sebagai petunjuk yang keliru karena telah dibantah oleh putusan praperadilan yang menyatakan para buruh/pekerja tidak dapat dikenakan pidana melainkan pidana perusakan rumah dibebankan kepada pemilik rumah dan pemborong yang saat ini sudah berstatus tersangka. Menurut Salahuddin, jaksa belum melihat putusan praperadilan tersebut.

“Pertanyaannya, apakah putusan praperadilan itu dilampirkan dalam berkas perkara? Itu yang perlu diperjelas,” kata Salahuddin.

Tak ingin berpolemik, lanjut Salahuddin, jaksa penuntut umum akan mengundang penyidik Polda Sulsel untuk hadir dalam gelar bersama untuk membahas permasalahan yang ada.

“Upaya saat ini, jaksa akan undang penyidik bahas kendala perkara ini melalui gelar bersama di Kantor Kejati Sulsel,” Salahuddin menandaskan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol Indra Jaya, membantah tudingan pihak kejaksaan. Menurut Indra, pihaknya telah melampirkan salinan putusan praperadilan dalam lampiran berkas perkara yang diserahkan ke jaksa peneliti.

Tak hanya salinan putusan praperadilan, semua barang bukti yang terkit dengan kasus ini juga telah dilampirkan termasuk foto-foto.

“Kami sudah lampirkan semuanya, namun masih saja berkas dikembalikan oleh jaksa,” tegasnya.

Terkait niat jaksa mengundang penyidik untuk duduk bersama dalam gelar perkara, Indra menyambut dengan tangan terbuka. “Kami masih menunggu undangan jaksa terkait gelar perkara tersebut,” lanjutnya

Diketahui, kasus dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buru, Kecamatan Wajo, Makassar awalnya dilaporkan oleh korbannya, Irawati Lauw pada tanggal 8 Agustus 2018 dengan bukti LP Nomor STTLP/343/VIII/2017/SPKT Polda Sulsel.

Dalam perjalanan penyelidikan kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan, penyidik Polda Sulsel kemudian menetapkan dua orang tersangka masing-masing Jemis Kontaria (pemilik rumah) dan Edi Wardus Philander (pemborong)

Meski keduanya menyandang status tersangka dan dijerat dengan sangkaan pasal 170 KUHP Juncto Pasal 406 KUHP dan atau pasal 167 KUHP, penyidik Polda Sulsel tak menahan keduanya. (Ifa/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *