Keseruan Pelatihan SDM Pariwisata Berlanjut di Universitas Pancasila

Kamis, 21 Februari 2019 - 01:40 WIB

JAKARTA – Kementerian Pariwisata semakin aktif merangkul generasi milenial. Kampus demi kampus pun disambangi. Rabu (20/2), giliran kampus Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, yang disambangi. Programnya adalah Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus.

Menurut Kasubbid Pengembangan SDM Pariwisata Kementerian Pariwisata Alfin Merancia, kaum milenial Indonesia harus mengerti dengan pariwisata.

“Milenial akan menguasai pergerakan pariwisata dunia. Merekalah pasar yang akan diperebutkan destinasi-destinasi dunia. Oleh karena itu kita harus merangkul milenial,” papar Alfin.

Dijelaskannya, generasi milenial Indonesia harus mengenal destinasi dalam negeri terlebih dahulu sebelum mengenal destinasi mancanegara.

“Generasi milenial kita juga menjadi rebutan pasar Korea dan Jepang. Tapi kalau kita dari Kementerian Pariwisata, kita ingin para milenial keliling Indonesia dulu. Mengenal destinasi-destinasi Tanah Air yang indah. Seperti Raja Ampat, Labuan Bajo, Toraja dan lain-lain. Kemudian mereka mengenalkannya ke media sosial dan menjadikan viral. Tujuaanya, untuk merayu wisatawan mancanegara,” paparnya.

Dalam kegiatan di Universitas Pancasila, Kementerian Pariwisata menghadirkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Wisnu Bawa Tarunajaya, sebagai pembicara. Wisnu Bawa membawa materi Produk Pariwisata dan Sikap Melayani.

“Mahasiswa berada dalam usia milenial. Mereka harus tau apa saja yang bisa mereka lakukan untuk pariwisata. Hal terkecil yang bisa dilakukan adalah mengenalkan pariwisata melalui media sosial,” paparnya.

Selain itu, para mahasiswa bisa memanfaatkan produk melekat dalam pariwisata. Seperti membuka bisnis travel, atau menjadi guide. “Artinya, banyak hal yang bisa dilakukan para mahasiswa. Dan kita berharap mereka bisa memanfaatkan hal tersebut,” paparnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan program ini akan terus dilakukan.

“Kita akan ajak milenial untuk lebih dekat dan sadar terhadap pariwisata. Mereka harus tau jika pariwisata memiliki value yang luar biasa. Pariwisata adalah core economy bangsa. Dan memiliki value tinggi untuk masyarakat,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui pentingnya milenial buat pariwisata Indonesia.

“Yang harus diingat, 50% inbound pariwisata Indonesia berasal dari milenial. Dan pasarnya akan semakin berkembang. Kenapa milenial diperebutkan? Karena memang potensinya besar. Milenial itu Big and Loud. Besar dan nyaring. Itu disukai pelaku pariwisata. Untuk memenangi persaingan, kita harus menguasai pasar milenial,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.