Viral Video Mantan Gubernur Sulsel dan 15 Camat Dukung Jokowi-Ma’ruf, Bawalsu Layangkan Surat Pemanggilan

February 21, 2019

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebuah video dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin viral di media sosial. Kali ini mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama 15 camat di Kota Makassar.

Video berdurasi 1 menit 26 detik itu menunjukkan mantan gubernur Sulsel bersama 15 camat di Kota Makassar mendeklarasikan diri mendukung Paslon nomor urut 1, sambil mengacungkan jari telunjuk.

“Kami semua bersumpah menyatakan dukungan dan membulatkan tekad mendukung pasangan nomor urut 1, Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin untuk satu periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor 1,Jokowi adalah presiden terbaik untuk kita semua depan untuk rakyat Indonesia. Kalau dukung Jokowi saya yakin tidak menyesal,”ujar Syahrul Yasin Limpo dalam video tersebut.

Menanggapi video viral tersebut, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, Syawal Arif mengatakan partai Gerindra Sulsel akan segera melaporkan video yang beredar di media sosial itu ke Bawaslu.

“Ini kan sudah ada undang-undang yang mengatur bahwa tidak boleh melibatkan ASN dalam gerakan politik atau mendukung salah satu calon presiden,”ujarnya, Kamis (21/2/19).

Sementara Ketua Bawaslu Makassar, Nursari membenarkan viralnya video dukungan Paslon nomor urut 1 itu setelah mendapat informasi. Pihaknya pun kemudian membentuk tim investigasi mengenai kasus tersebut.

“Kami sudah melayangkan surat undangan kepada saksi-saksi yang kami anggap relevan dengan viralnya video tersebut,”terangnya.

Dikatakan Nursari, dugaan pelanggaran dalam video tersebut terkait Pasal 494 Undang-Undang Pemilu Tahun 2017, tentang kewajiban ASN untuk netral dalam pemilu. Kemudian, Pasal 280 ayat 3 Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 yang mana tim atau pelaksana kampanye melibatkan ASN dilarang berkampanye.

“Kalau ancamannya itu 494 adalah pidana kemudian juga kalau misalnya 280 terbukti atau orang yang tim atau pelaksana kampanye melibatkan orang lain termasuk ASN itu juga pidana,”bebernya.

“Kami mengundang para saksi besok dan mudah-mudahan mereka kooperatif dan memenuhi undangan kami,”pungkasnya. (sul/fajar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *