15 Camat Diduga Kampanyekan Jokowi, Nurdin Abdullah: Tidak Boleh Begitu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – 15 Camat di Kota Makassar dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) soal dugaan kampanye mendukung Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin di pemilihan Presiden mendatang.

Para camat itu diduga melakukan politik praktis di dalam video berdurasi 1 menit 26 detik.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan hal tersebut memang tidak dibolehkan. Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak seharusnya berkampanye menggunakan jabatan struktural.

“Tidak boleh begitu, kalau saya itu harus dipisahkan. Dukungan pribadi dengan dukungan organisasi. Kalau ASN bagi saya tidak boleh. Camat itu ASN,” tegas Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/2/2019).

Selain itu, Nurdin juga menyampaikan dirinya telah melakukan koordinasi langsung dengan Walikota Makassar, Danny Pomanto mengenai hal tersebut.

“Saya langsung telepon pak wali. Pak wali ini kok ada begini. Sekali lagi, Sulsel itu harus kondusif,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin mengungkapkan Presiden Jokowi tidak pernah meminta pejabat struktural untuk melakukan kampanye.

“Saya yakin pak jokowi itu tipe orang yang tidak memanfaatkan struktur orang di dalam perjuangan beliau. Saya yakin seperti itu. Boleh kita mendukung tapi secara pribdai,” jelas Nurdin.

Nurdin juga meminta para ASN terkhusus masyarakat untuk menjaga citra Sulsel sebagai zona hijau dengan menghindari tindakan provokatif.

“Artinya selow aja. Nanti orang jadi takut takut semua. Pelan pelan saja. Kita harus menjaga stigma zona hijau ini. Jangan sampai hanya gerakan kecil bisa memancing terjadi lagi sesuatu. Kita harus menghargai, tugas Gubernur itu menjaga itu,” paparnya.

(andi maya da/pojoksulsel)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...