80 Kuliner Nusantara Bakal Hadir di Festival Jajanan Bango 2019

February 22, 2019

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Festival Jajanan Bango (FJB) 2019 akan kembali memanjakan lidah pecinta kuliner nusantara pada 16-17 Maret mendatang. Perhelatan kuliner akbar tahunan yang diselenggarakan Kecap Bango produksi PT Unilever Indonesia Tbk. ini akan berlangsung di area parkir Squash, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, FJB 2019 mengusung tema khusus, yaitu “Kelezatan Asli, Lintas Generasi”. Tema ini diangkat dengan tujuan mendorong regenerasi pelestarian kuliner Indonesia, khususnya melalui peranan penjaja kuliner sebagai penjaga keautentikan kuliner Indonesia yang sejati.

“Sejalan dengan misi sosial untuk terus mengangkat dan mempopulerkan kelezatan kuliner asli Indonesia, Bango berkomitmen untuk mendukung semangat para penjaja kuliner dalam memulai ataupun meneruskan bisnis kuliner Indonesia agar regenerasi pelestariannya dapat terus berlanjut,” ujar Hernie Raharja, Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk. pada konferensi pers FJB 2019 di Nusa Indonesia Gastronomy, Kemang, Jakarta, Kamis (21/2).

Salah satu upaya yang dilakukan Bango kata Hernie melalui persembahan FJB 2019 sebagai wadah bagi para penjaja kuliner lintas generasi untuk mengenalkan kelezatan asli Indonesia kepada generasi terkini yang tak hentinya mencari kelezatan asli.

Saat ini, para pecinta kuliner kian percaya bahwa ragam kuliner Indonesia yang dimasak dengan cara autentik pastinya memiliki nilai lebih dari segi rasa. Tak heran, semua kelezatan asli ini terus dicari dan disukai karena cita rasanya yang kaya, unik dan sangat Indonesia.

Di antara serbuan kuliner asing atau yang serba instan ternyata para pecinta kuliner, terutama generasi muda masih mencari sesuatu yang autentik karena memahami bahwa citarasa tinggi dari sebuah masakan memerlukan usaha yang lebih.

“Sayangnya, di tengah antusiasme ini, kini semakin banyak kekayaan kuliner asli Indonesia yang mulai langka, dan bahkan hampir punah. Jika keaslian rasa dan resepnya tidak terjaga, dan tidak ada orang atau penjaja kuliner yang terus membuatnya, regenerasi pelestarian kuliner Indonesia tentunya jadi mustahil dilakukan,” terang Hernie.

Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh Chef Ragil Imam Wibowo. Pengamat kuliner dan foodpreneur yang banyak memfokuskan diri pada keragaman kuliner asli Indonesia ini mengaku sangat percaya akan nilai lebih dari sebuah autentisitas.

“Olehnya itu, saya selalu mencari inspirasi dalam menyiapkan menu di restoran saya dengan berkunjung langsung ke daerah asalnya,” kata Chef Ragil.

Dari berbagai kunjungan yang Chef Ragil lakukan, ternyata ia menemukan banyak hidangan yang saat ini sudah sangat langka, dan hanya dilestarikan oleh satu keluarga tertentu. Padahal, hidangan itu tadinya merupakan salah satu hidangan khas yang dibanggakan di daerah tersebut.

Hal ini umumnya disebabkan oleh kelangkaan bahan-bahan, autentisitas cara pembuatannya yang mulai pudar, hingga surutnya jumlah penjaja kuliner yang menghidangkan aneka hidangan autentik.

“Maka dari itu, eksistensi penjaja kuliner Indonesia dari generasi ke generasi menjadi hal yang penting agar kelezatan asli Indonesia tidak hilang ditelan waktu,” imbuh Chef Ragil.

Urgensi inilah yang menjadi landasan pemilihan tema “Kelezatan Asli, Lintas Generasi” yang diusung melalui FJB 2019. Di tengah lebih dari 80 penjaja kuliner yang akan hadir, Bango mendedikasikan sebuah area khusus bagi 10 penjaja kuliner lintas generasi yang memiliki dedikasi tinggi dalam mempersembahkan aneka kelezatan hidangan mereka dari generasi ke generasi.

Hernie menyebutkan sedikitnya lima penjaja kuliner yang akan hadir di FJB 2019 yakni Tengkleng Klewer, Soto Betawi H Maruf, Mami Daeng Tata, Warung Sate dan Tongseng Pak Budi.

“Diharapkan dengan demikian usaha mereka akan lebih dikenal dan diapresiasi oleh puluhan ribu pecinta kuliner yang setiap tahunnya selalu memadati FJB,” jelas Hernie lagi.

FJB 2019 memberikan kemudahan bagi para pengunjung agar dapat langsung masuk tanpa harus antri melalui pendaftaran online di website www.bango.co.id. Para pengunjung yang telah mendaftar akan mendapatkan QR code melalui e-mail yang nantinya dapat digunakan untuk memasuki area FJB 2019.

Dari segi logo, FJB 2019 lebih fresh dan unik. Hal ini terlihat dari motif batik yang ada pada masing-masing huruf di FJB. Pada huruf F menggunakan motif batik dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan corak berwarna hijau, huruf J menggunakan motif batik dari Jawa dengan corak warna merah, dan huruf B memakai motif batik dari Sumatera dengan corak warna oranye. “Jadi logo FJB 2019 benar-benar kita lebih Indonesia lagi tapi lebih modrn,” imbuhnya.

Akan ada banyak area di FJB 2019 yang dikemas lebih interaktif antaran pengunjung dan penyelanggara festival jajanan nusantara ini. “Kita akan memadukan kegiatan online dan offline. Kita juga akan banyak berinteraksi dengan pengunjung, menerima saran dan masukan dari pengunjung untuk FJB selanjutnya,” terang Hernie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *