Bawaslu Jateng Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran Pemilu, Begini Komentar Caleg Hanura


FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Bawaslu Jawa Tengah menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu Partisipatif dengan tema ‘mencegah pelanggaran Pemilu’, di Grand Candi Hotel, Semarang, Kamis (21/1). Sosialisasi ini diikuti calon anggota legislatif perempuan untuk DPRD Jawa Tengah.Menurut Komisioner Divisi Pengawasan dan Pencegahan Bawaslu Jawa Tengah, Anik Solihatun, bahwa pihak Bawaslu selalu mengedepankan aspek pencegahan sebelum dilakukan penindakan.”Kami selalu mengedepankan aspek pencegahan sebelum penindakan, dengan memberikan pemahaman dan penguatan regulasi agar para caleg paham mana yang boleh dan tidak, mana yang melanggar dan yang diperkenkan dalam aturan main pemilu,” jelas Anik, Kamis (21/1).Dia mengatakan, target dari Bawaslu dengan sosialiasi ini, pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg semakin minim. “Semakin banyak yang bisa dicegah semakin baik,” jelasnya.Selain itu, Bawaslu juga menekankan agar para caleg memiliki komitmen dan menyatakan diri sendiri untuk menolak politik uang. “Bagaimana pun politik uang itu merusak sendi demokrasi, menghancurkan pemilu kita,” tuturnya.Sementara itu, seorang caleg dari Partai Hanura, Titik Yuliati, mengaku dirinya sudah beberapa kali mengikuti acara Bawaslu. “Lebih bagus lagi kalau Bawaslu sesekali melibatkan masyarakat,bukan hanya caleg saja tapi perwakilan beberapa komunitas kemasyarakatan,” usul caleg DPRD Jateng ini.Menurutnya, kalau caleg memang sudah wajib untuk tahu aturan, otomatis akan selalu aktif berhubungan dengan Bawaslu. “Kalau masyarakatnya itu yang belum tersentuh. Mungkin yang kelas atas sudah paham njih, nah yang menengah ke bawah kesadaran untuk berpolitik secara sehat,sportif itu kan belum banyak yang tahu harus bagaimana,” tuturnya.

Komentar

Loading...