Jokowi: Kalau untuk Beli Rokok, Bantuan PKH akan Dicabut

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menggunakan dana secara bijak. Jika diketahui menyimpang, maka pemerintah tidak segan untuk mencabut bantuan tersebut.Jokowi mengatakan, PKH digulirkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pokok keluarga. Misalnya untuk memberi tambahan gizi ataupun biaya pendidikan anak.“Buat beli telur boleh, beli ikan boleh,” ujarnya saat penyaluran bantuan sosial PKH di Gedung Laga Tangkas, Bogor, Jumat (22/2).Namun jika digunakan untuk membeli rokok, mantan Walikota Solo itu menyebut tidak akan memberi ampun. “Meski hanya Rp 50 ribu nggak boleh. Nanti kalau ketahuan ini bisa dicabut. Jadi, untuk beli rokok, benar-benar tidak boleh,” imbuhnya.Jokowi menambahkan, masyarakat juga harus bisa mengelola penggunaan dana. Sehingga tidak habis untuk satu kebutuhan, sedangkan kebutuhan lainnya tidak terpenuhi.“Harus bisa ngerem,” tuturnya.Jokowi menyebut, anggara PKH yang akan digulirkan tahun ini meningkat menjadi Rp 34 triliun, dari sebelumnya Rp 19 triliun. Sehingga terjadi kenaikan jumlah uang yang diterima.Jika tahun lalu masing-masing menerima dana sebesar Rp 1,8 juta. Tahun ini penerima bisa mendapat Rp 2 juta – 9 juta.Jokowi mengimbau, selain digunakan untuk konsumsi, dana PKH digunakan untuk modal usaha. Sehingga menambah penghasilan.(JPC)

  • Bagikan