Kemendes Gandeng BNN Sosialisasi Pencegahan Narkoba di Perdesaan

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN - Menindaklanjuti nota kesepahaman bersama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mensosialisasi pencegahan bahaya narkoba di tingkat pedesaan terus digelar. Perjanjian kerja sama ini dalam rangka mengoptinalkan peran Balai Latihan Masyarakat (BLM), untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat desa, dalam rangka mendorong dan mendukung program BNN yaitu desa bersinar (bersih dari narkoba). "Ini adalah salah satu langkah yang sangat taktis. Kalau kita membuat proteksi untuk penyebaran narkoba, proteksi yang paling efektif adalah ditingkat perdesaan," kata Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat memberikan arahan pada acara Rapat Kerja Teknis Bidang Pelatihan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Se-Wilayah Kalimantan Tahun 2019 di Banjarmasin pada Rabu (20/2) kemarin. Menurut Sanusi, narkoba tidak boleh masuk ke pedesaan. Olehnya itu, perlu dilakukan penguatan dengan modal sosial yang ada di perdesaan. Harusnya, lanjut Sanusi, Perdesaan mampu menanggulangi serta mampu membersihkan seluruh potensi yang menyebabkan pengaruh dari luar, untuk membawa narkoba ke desa. Oleh sebab itu, pelatihan seperti ini penting dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman. "Pelatihan tahun ini akan dilaksanakan di balai dan di wilayah atau lapangan dengan narasumbernya dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) atau Badan Narkotika Nasional Kota BNNK (BNNK)," ucapnya. Dijelaskannya, dana desa juga bisa digunakan untuk pencegahan narkoba, melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. "Ketika dana desa bisa diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan salah satunya adalah bagaimana memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya dari narkoba, bagaimana menguatkan pranata keluarga, sosial, agar mereka mengatakan say no to narkoba, dana desa bisa digunakan untuk itu," jelasnya. Kemendes PDTT dalam mengawal desa, daerah tertinggal dan transmigrasi menginginkan desa-desa sebagai benteng pertahanan yang efektif, sehingga bahaya narkoba dan radikalisme tidak masuk ke desa-desa. Perlu diketahui bahwa Balai Latihan Masyarakat (BLM) yang dimiliki Kemendes PDTT menyediakan sebuah pelatihan yang bertujuan meningkatkan keahlian dan kompetensi masyarakat desa untuk mengelola desanya sendiri. BLM juga sebagai tempat sarana inovasi perdesaan dan juga sebagai Balai untuk belajar mengembangkan desanya. (hms/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA

Comment

Loading...