Gara-gara Vidio Dukung Jokowi, Camat di Makassar Terancam Pidana 1 Tahun

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar Nursari menegaskan, jika para camat terbukti mendukung Jokowi – Ma’ruf di Pilpres 2019 maka sanksinya bisa sampai pada pidana Pemilu.

Nursari mengatakan, selain persoalan kode etik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka juga terancam kurungan penjara maksimal 1 tahun.

“Memang pidana, itu maksimal ditahan 1 tahun,” kata Nursari di Makassar, Sabtu (23/2/2019).

Soal ancaman sanksi tersebut, dijelaskan Nursari, telah diatur dalam pasal 494 Undang – Undang Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum (pemilu).

“ASN kalau ada dugaan pelanggaran itu pasti kami akan sampaikan ke komisi ASN,” ungkap Nursari.

“Namun kegiatan yang melibatkan ASN dalam berkampanye itu disamping kode etik sebagai ASN juga diduga melanggar pasal pidana pemilu. Itu ada di pasal 494,” tambah Nursari.

Diketahui, Bawaslu kini tengah mengusut dugaan pelanggaran 15 camat di Kota Makassar bersama politikus NasDem Syahrul Yasin Limpo. 15 camat itu bersama SYL diduga mengampanyekan paslon pilpres nomor urut 01 lewat video singkat berdurasi 1 menit 26 detik.

(gunawan songki/pojoksulsel)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...