Jaring “Ikan” Pariwisata di Singapore dengan Hot Deal Tourism Hub

Sabtu, 23 Februari 2019 - 22:59 WIB

SINGAPORE – Momentum travel mart NATAS 2019 Singapore betul-betul dioptimalkan Menpar Arief Yahya untuk memperkuat program Hot Deal dan Tourism Hub. Dua hari, Jumat-Sabtu, 23 Februari 2019, merapatkan detail dua “senjata” untuk mengalirkan wisman dari di Singapore, khusus ke Kepri.

“Target Program Hot Deal 1 juta wisman Singaporean atau warga Negara Singapore dan expatriate yang tinggal di Singapore. Target 1 juta lagi untuk Program Tourism Hub, yakni wisman non Singaporean yang sedang atau akan berwisata di Singapore itu,” kata Menpar Arief Yahya, di kantor VITO Singapore.

Khusus pasar Singapore, kata Arief Yahya, selama ini sukses disentuh dengan skema Hot Deal di Kepri, terutama Batam dan Bintan. Tahun 2018, tercatat menghasilkan wisman 688.946 orang, hampir 700 ribu orang. Sampai dengan 20 Februari 2019 ini, sudah ada 117.671 wisman yang terjaring melalui program ini. “Tahun ini kita lanjutkan konsep Hot Deal dengan sasaran pasar Singaporean,” ungkap dia.

Nah, untuk pasar non Singaporean yang sudah berada di Singapore, dibuatkan program khusus dengan nama Tourism Hub. Targetnya adalah wisatawan yang sudah dan akan berkunjung di Singapore. Seperti diketahui, tahun 2018, Singapore Tourism Board mencatat ada 18 juta wisatawan yang masuk ke Singapore. Selain ada 6 juta penduduk Singapore atau Singaporean. “Itu adalah crowds wisatawan, atau pasar potensial yang sudah ngumpul, dan lokasinya dekat dengan Kepri,” kata Menpar Arief Yahya.

Pariwisata, kata Mantan Dirut PT Telkom ini, mirip dengan bisnis telekomunikasi dan transportasi. Salah satu kesamaannya adalah, sangat dipengaruhi oleh kedekatan atau proximity. Baik kedekatan jarak maupun culture. Kepri secara geografis, adalah destinasi yang sangat dekat dengan Singapore, dan memiliki fasilitas penyeberangan yang sudah bagus. Akses Singapore – Batam atau Bintan hanya 1 jam.

Jika digabung, atara Singaporean dan Non Singaporean ini, ada 24 juta orang yang berpotensi sebagai pasar Pariwisata Kepri dalam setahun di Singapore. Karena itulah Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah Strategi Menjaring Ikan di Kolam yang sudah banyak ikannya. Konsep inilah yang didetailkan selama 2 hari berada di Kantor VITO – Visit Indonesia Tourism Officer, yang berada di Fullerton Road, Merlion Park.

Ibarat bermain bola, Menpar Arief Yahya strategi bermain di pasar Singapore ini menurunkan dua strikers sekaligus. Dua penyerang, untuk mendapatkan jumlah goal yang lebih banyak. Pertama Program Hot Deal, kedua dengan Program Toursim Hub.

Jika dua strategi ini digabung, maka menjadi Hot Deals Tourism Hub. “Saya ingin shiting to the front, dikebut di semester satu, untuk mengejar target 20 juta wisman di tahun 2019,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Salah satu kantong destinasni yang sangat berpotensi untuk mengisi target besar 20 juta –seperti yang sudah ditetapkan Presiden Jokowi itu– adalah Kepri. Selain Bali, Jakarta dan banyak destinasi lain yang sedang dibangun 3A-nya, Atraksi, Akses, Amenitas.

Ke depan apakah Kuala Lumpur kelak juga akan dijadikan tourism hub? Selain Singapore yang sedang digarap dengan hot deal tourism hub? “Iya, tentu! Potensinya sangat kuat. Karena saat ini airlines yang paling banyak mengangkut wisman ke Indonesia adalah Air Asia, dengan persentase 30%, disusul oleh Garuda 15% dan Lion 10%. Air Asia itu homebase-nya ada di KL, maka sangat mungkin dikembangkan tourism hub di sana,” ungkap dia.

Dari berbagai originasi, seperti China, India, Korea, Jepang, Hongkong, sebelum terbang ke Indonesia (Jakarta, Bali. Medan, Lombok, Bandung, dll), transit dulu di Kuala Lumpur.

Secara keseluruhan potret Singapore saat ini tetap lebih banyak, karena selain melalui Changi International Airport, Singapore diuntungkan oleh jarak dan kapal penyeberangan ke Kepri. Ditambah lagi, Singapore juga menjadi transit buat cruise dan yachts.

Sebenarnya Johor, Malaysia juga punya penyeberangan ke Batam-Bintan. “Kita juga akan terus mengembangkan Hot Deal di Johor. Kita akan pelajari, apakah dari Johor ke Batam-Bintan yang akan diperbesar, atau bekerjasama dengan Singapore Tourism Board, melalui Singapore baru ke Kepri. Dua-duanya punya potensi,” ungkap dia.

Apa yang dilakukan untuk menggarap Tourism Hub itu? Dua pola sekaligus dikerjakan parallel. Online dan offline. Online Travel Agent di Singapore untuk menggaet wisman yang sudah berada di Singapore. Seperti, Trip.Com, Xpedia.Com, dan Booking.Com. Juga travel agent konvensional yang akan mengelola group dan paket-paket.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.