Manfaat Asam Lemak Esensial bagi Tumbuh Kembang si Kecil

Sabtu, 23 Februari 2019 - 11:04 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Spesialis anak dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) menjelaskan lebih detil manfaat asam lemak esensial. Antara lain untuk perkembangan sel, perkembangan fungsi otak dan saraf, untuk produksi hormone-like substances, respon imun, dan reaksi radang.

“Tanda-tanda desisiensi asam lemak esensial antara lain kulit dan rambut kering, kulit kasar hingga berketombe karena kulit begitu kering, mata kering,” terang dr. Bernie dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta, Jumat (22/2).

Kekurangan asam lemak esensial juga berpengaruh terhadap atensi dan perilaku. “Misalnya gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, rewel, moody, dan mudah emosi,” imbuhnya.

Lebih jauh Bernie menjelaskan, untuk sinaps-sinaps otak bisa saling tersambung dibuuthkan asam lemak esensial. Makin banyak sambungan sinaps, makin tinggi tingkat intelejensia anak. Dan ini terbentuk secara optimal dalam 1.000 HPK (hari pertama kehidupan).

“Ini adalah critical periode; itu bekal untuk masa depannya. Efek kekurangan asam lemak itu jangka pendek dan jangka panjang,” ujar dr. Bernie.

Berdasarkan tumpeng pedoman gizi seimbang, gula, garam, dan lemak cukup sedikit saja. Lemak yang dimaksud di sini adalah lemak yang kelihatan, misalnya minyak untuk menggoreng.

Ada pula yang disebut dengan lemak yang tidak tertlihat, yakni yang terkandung dalam sumber pangan, baik hewani maupun nabati. Untuk lemak yang seperti ini, disarankan mencakup 30% dari total kebutuhan kalori dalam sehari. Dari 30% tersebut, kandungan PUFA disarankan sekitar 10%.

Rasio antara omega-3 dan omega-6 sebaiknya tidak terlalu jauh. Secara umum, omega-3 bersifat antiinflamasi, sedangkan iemga-6 proinflamasi. Bila asupan omega-6 terlalu tinggi sedangkan omega-3 rendah, keseimbangan antara proinflamasi dan aintiinflamasi bisa terganggu.

Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB juga menegaskan, asam lemak esensial terkandung dalam ASI. Selepas masa ASI eksklusif, masukkan makanan sumber asam lemak esensial pada MPASI (makanan pendamping ASI), khususnya omega-3.

Yang juga perlu diperhatikan, asupan makanan ibu selama menyusui juga harus bagus, agar kandungan AHA dan DHA dalam ASI optimal. Asupan omega-3 dari ASI mendekati kebutuhan anak. “Memang masa kritisnya saat penyapihan, ketika anak mulai MPASI,” ucap Prof. Ahmad.

Meneruskan ASI setelah 6 bulan hingga usia 24 bulan meningkatkan asupan omega-3 dan omega-6 secara signifikan. Ia melanjutkan, asupan omega-3 juga bisa didapat dari fortifikasi atau suplementasi. Misalnya dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi, atau minyak ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *