Curiga Video 15 Camat Dukung Jokowi Sengaja Disebar, Tim Prabowo – Sandi Minta Bawaslu Hadirkan Pakar Telematika

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menantang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menghadirkan pakar Telematika dalam dugaan pelanggaran 15 camat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Prabowo-Sandi wilayah Sulsel Andri Arif Bulu di Makassar, Minggu (24/2/2019).

Arif Bulu menyebutkan, tujuan dihadirkannya pakar telematika tersebut demi membuktikan apakah video dukungan 15 camat se Makassar itu hasil editan atau bukan.

“Kalau memang dibutuhkan, untuk membuktikan ini video editan atau direkayasa hadirkan tim ahli telematika di Sulsel,” ungkap Arif Bulu.

Sebab kata Arif Bulu, pihaknya serta sebagian besar masyarakat Sulsel percaya bahwa video dukungan 15 camat itu adalah asli perihal dukungan ke Paslon Capres-Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Maruf Amin.

“Kalau menurut saya dan masyarakat banyak, karena bukan hanya saya sendiri yang nonton tapi sudah ratusan ribu yang nonton, kalau itu editan sepertinya terlalu jago yang mengedit,” jelas Arif Bulu.

Meski bukan pakar Video, Arif Bulu meyakini video tersebut sangat asli dan natural. Itu terlihat dari sudut pengambilan gambar dan juga arah pandangan camat ke kamera yang membuktikan bahwa itu merupakan suatu yang disengajakan.

“Tetapi dari bebera adegan yang ada dalam video itu seperti bukan diedit atau diambil dari segi sudut yang tidak diketahui, ini sengaja direkam. Direkam juga dengan ada konsep yang diucapkan. Dan yang terpenting lagi, mereka dalam kapasitas camat pada saat itu,” tutur Arif Bulu.

Olehnya itu, Arif Bulu mengaku, pihaknya akan terus mengawal laporan yang telah masuk perihal dugaan pelanggaran 15 camat dan politkus Nasdem Syahrul Yasin Limpo di Gakumdu Bawaslu Sulsel.

“Ini tidak lepas memang dari settingan, mereka secara sadar direkam dan sengaja diviralkan. Dari mana masyarakat dapat video itu kalau bukan dari mereka sendiri,” papar Arif Bulu.

“Kami harap bisa ditindak lanjuti samai dengan putusannya inkrah dan tidak mengambang, kami harapkan bawaslu bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh pada tekanan-tekanan, serta campur tangan pihak di luar Bawaslu,” tutup Arif Bulu.

(gunawan songki/pojoksulsel)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar