Terkendala Perizinan, REI Sulsel Harap Pemprov dan Pemda Bersinergi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR -- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel menggelar rapat koordinasi daerah (Rakerda) di Hotel Claro Makassar, Minggu (24/2/19). Rakerda tersebut bertujuan dalam mengoptimalisasi peran stakeholder untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan perumahan dan penataan ruang pemukiman di Sulsel.

Ketua DPD REI Sulsel, M Sadiq mengatakan bahwa rapat kerja ini diutamakan untuk menghasilkan rekomendasi yang akan dikirim ke seluruh daerah di Sulsel.

Menurutnya, rekomendasi seperti izin PPN 4 atau pembangunan rumah murah  di daerah yang menjadi dasar dan sasaran REI ke depan dalam kebutuhan perumahan. Apalagi sering terjadi pertentangan antara izin di kabupaten kota maupun di provinsi.

"Kadang tidak seragam izinnya, kadang bertambah kadang berkurang. Ada yang ditambahkan sendiri oleh aparat pemda sendiri begitu,"ujarnya.

Dikatakan Sadiq, proses pembangunan properti di Sulsel mengalami peningkatan sesuai dengan data dari Otoritas Jasa Ke (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sekitar 18 persen.

"Properti itu tidak lesu. Kalau bicara data dari 2017 ke 2018 itu sekitar 18 persen kenaikan baik KPR dan konstruksi. Kami yakin sekali lompatannya jauh sekali karena regulasi sudah diterapkan di beberapa daerah. Tapi yang paling utama di rakerda ini mengenai izin yang lebih simpel dan murah,"beber Sadiq.

Senada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bahwa harga perumahan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sementara nilai jual obyek pajak (NJOP) juga begitu tinggi, sehingga menyebabkan adanya sedikit penurunan penjualan properti.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : irwan kahir


Comment

Loading...