Estafet Panen Raya di Nusantara Penuhi Kebutuhan Jagung Nasional


“Kami perlu tegaskan, dryer tersebut adalah untuk digunakan oleh petani, bukan oleh tengkulak”, tegas Amran.Amran menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan ekspor hasil produksi jagung di sejumlah daerah, termasuk hasil panen dari Kalimantan yang memiliki potensi mensuplai jagung secara nasional.”Dalam waktu 1-2 bulan ini kita sudah ekspor lagi. Dari Gorontalo rencana ekspor 113 ribu ton. Belum lagi dari jawa timur, NTB dan menyusul dari Kalimantan yang memiliki potensi besar karena lahannya bagus,” katanya.Amran berharap, para peani langsung melakukan cocok tanam, paska panen ini berlangsung. Selain itu, Kementan juga sudah meminta jajaran Dirjen agar memanggil seluruh pengusaha dan memastikan harga pakan ternak turun.”Saya kira harga sudah bagus. Ini tinggal kita himbau saja seluruh perusahaan besar dan meminta mereka menurunkan harga pakan ternak,” katanya.Disisi lain, Amran menyebut lahan di Kalimantan sangat cocok untuk perkebunan sawit. Karena itu, dia langsung meluncurkan program B100 yang mampu merubah CPO menjadi Biofuel 100 persen. Program ini disebut Amran sebagai energi masa depan untuk kemajuan Indonesia.”Tadi saya lihat dari gambar pesawat drone, dan ternyata Kalimantan ini luas sekali lahanya. Disini sangat cocok untuk kelapa sawit, makanya kita luncurkan B100 yang bisa merubah CPO menjadi Biofuel 100 persen,” tukasnya. (*)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar