Pembakaran Motor di Temanggung Tak Terkait Kasus di Semarang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Aksi pembakaran dua sepeda motor terjadi di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), Senin (18/2) lalu. Pelakunya pun sudah ditangkap. Polisi memastikan aksi tersebut tak ada kaitannya dengan rentetan kasus serupa di Kota Semarang dan sekitar. Aksi di Temanggung dilakukan atas dasar perselisihan antara pelaku dan korban.

“Tidak berkaitan dengan sejumlah teror pembakaran yang terjadi di Semarang dan sekitarnya. Melainkan perselisihan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (desa) di wilayah setempat,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja, Senin (24/2).

Beberapa waktu lalu, di wilayah Temanggung memang dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Tapi, Agus belum bisa menjelaskan secara rinci pemantik perselisihan itu. “Ini masih dalam pengembangan penyelidikan. Ada kemungkinan tersangka bertambah,” terang Agus.

Sebelumnya diberitakan, dua pria asal Temanggung dibekuk aparat Polres Temanggung dan Polda Jateng, Sabtu (22/2). Keduanya diduga terlibat aksi pembakaran dua sepeda motor. Mereka adalah BW, 38, dan ES, 31. Keduanya sama-sama warga Dusun Dermonganti, Desa Ketitang, Kecamatan Jumo.

Sedangkan korban adalah Sungkono, 54, warga Dusun Kalisalam, Ketitang, Kecamatan Jumo, Temanggung. Dua motor yang dibakar masing-masing Suzuki Tornado bernopol H 3807 MB dan Yamaha Crypton.

BW bertindak sebagai eksekutor. Sedangkan ES sifatnya mengetahui niat BW dan menemaninya membeli bensin untuk membakar kendaraan Sungkono. Antara korban dan pelaku memang saling kenal.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...