Fenomena Hujan Es di Enrekang, Ini Penjelasan BMKG

Selasa, 26 Februari 2019 - 13:40 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Fenomena hujan es melanda sebagain besar wilayah Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang pada Senin 25 Februari 2019 sore. Sebelum terjadi hujan es, angin kencang disertai hujan intensitas sedang terjadi, bahkan puluhan rumah rusak parah akibat angin puting beliung.

Sebagian besar atap rumah warga mengalami kerusakan. Sejumlah warga sangat khawatir karena langit hitam namun tidak seperti biasa.

Mengenai hujan es tersebut, Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Esti Kristanti mengatakan fenomena hujan es tersebut diakibatkan oleh adanya single sel dari awan cumulonimbus. Dimana puncak suhu awan sendiri mencapai minus 80 derajat celcius dengan ketinggian awan lebih dari 3000 kilometer.

“Hal ini yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan kristal es di puncak awan. Saat terjadi, hujan tidak menyeluruh sehingga membentuk butiran-butiran,”jelasnya saat ditemui di Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Selasa (26/2/19).

Di Sulsel sendiri, kata Esti, tidak semua daerah mengalami fenomena hujan es tereebut, dan hanya terjadi di Kabupaten Enrekang, Sidrap, selain itu wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur.

Ia mengatakan bahwa hujan es ini ditandai angin kencang dengan kecepatan lebih dari 30 Knot, atau 40 sampai 50 kilometer perjam. Dan ini sangat berbahaya untuk masyarakat.

“Selain itu hujan es sendiri durasinya tidak lama, tapi kalau terkena tubuh itu lumayan sakit. Jadi kami menghimbau kepada masyarakat dengan peringatan dini akan potensi hujan lebat dan hujan es juga,”pungkasnya. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *