Bukannya Tobat, Pria Paruh Baya di Gowa Malah Cabuli Anak di Bawah Umur

Rabu, 27 Februari 2019 - 13:18 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA – Hawa nafsu tak tertahankan dari seorang pria berinisial MR. Diusianya yang 64 tahun itu, warga Dusun Paku Desa Julubori Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa ini masih melakukan tindakan pencabulan terhadap dua orang perempuan.

Bahkan perilaku pencabulan itu dilakukan terhadap anak di bawah umur. Perilaku tidak senonoh dialami oleh dua perempuan, yakni VW (14) dan AA (18) yang juga merupakan warga Dusun Paku Desa Julubori Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.

Kejadian itu berawal pada Minggu (24/02) siang. Dimana pelaku mendatangi rumah korban untuk mengundang ibu korban hadir dalam acara syukuran di rumahnya.

“Namun karena ibu korban tak di rumah, niat jahat pun timbul dibenak pelaku, sehingga ia langsung menghampiri korban AA, lalu memegang dan mencium pipi korban yang saat itu duduk di depan TV,”ujar Kasubbag Humas Polres Gowa Akp M Tambunan saat menggelar press conference, Rabu (27/2/19).

Korban yang merasa keberatan dan marah pun menyuruh pelaku keluar. Mendapat perlakuan itu, pelaku marah dan mengucapkan kata genit ke korban. Bahkan kembali melakukan perbuatan tidak senonoh dengan memeluk, mencium pipi, bahkan menyentuh payudara serta meraba kemaluan korban.

Sementara itu, korban VW yang merupakan adik AA diketahui telah lebih dulu menerima perlakuan tidak senonoh dari pelaku, dimana pelaku dan korban masih berhubungan keluarga.

“Jadi, korban VW sudah lebih dulu menerima perlakuan cabul dari pelaku sebanyak dua kali. Pertama, di teras rumah korban dengan mencium pipi serta memeluk dan memegang paha korban. Kedua, saat korban membuang sampah dan bertemu pelaku yang langsung memeluk, mencium pipi, dan memegang payudara korban,”jelasnya.

Aksi bejat pelaku kini terhenti lantaran diamankan di Kantor Polres Gowa pasca menyerahkan diri pada Senin (25/2). Pelaku dilaporkan oleh pihak kelurganya sendiri.

Sejumlah barang bukti pun berhasil diamankan, diantaranya 2 lembar baju korban milik VW, 2 lembar rok warna coklat dan biru milik VW, 1 lembar baju warna putih milik AA, 1 lembar rok coklat milik AA dan 1 lembar jilbab coklat milik AA.

Pelaku kini dijerat dengan Pasal 82 Jo Pasal 76e UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.