Hadiri Musrenbang, Bupati Wajo Bakal Jadikan Pitumpanua Sebagai Gerbang Perekonomian

Rabu, 27 Februari 2019 - 04:55 WIB

FAJAR.CO.ID, WAJO — Pemerintah Kecamatan Pitumpanua mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan di Halaman Rumah Jabatan Camat Pitumpanua, Selasa (26/02/2019).

Camat Pitumpanua, Andi Mamu dalam sambutannya mengatakan, Kecamatan Pitumpanua memiliki jumlah penduduk 50.551 jiwa dan merupakan jumlah penduduk terbesar kedua di Kabupaten Wajo.

“Sebagaimana kita tahu, administrasi KTP sekarang sudah dicetak di Pitumpanua dan harapan kami, kalau bisa dibukanya akses pelayanan terpadu, utamanya perizinan di Kecamatan Pitumpanua, jalan antar desa butuh pembenahan, pariwisata di Bangsalae buat Grand Design untuk ditata, dan 80 persen masyarakat butuh infrastruktur karena belum maksimal, dan armada sampah ditambahkan,” papar Andi Mamu.

Dalam Musrenbang tersebut, Bappeda Kabupaten Wajo membacakan Program terealisasi tahun 2019 di Kecamatan Pitumpanua yang menggunakan anggaran sekitar Rp 15.853.002.000. setelah itu, kemudian dilanjutkan acara penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah (SEHAT) Nelayan dari Bupati Wajo ke Perwakilan Nelayan dari Ale Silurunge, Benteng, Kompang, dan Bulete.

Bupati Wajo H. Amran Mahmud dalam sambutannya mengatakan, Musrenbang ini menjadi ajang atau tempat untuk memulai merencanakan rencana-rencana besar 5 tahun ke depan, yang akan diramu sehingga 2020 bisa maksimal. Sehingga program Bupati dan Wakil Bupati Wajo bisa tercover di visi dan misinya.

“Banyak rencana kita untuk mendorong secara fisik, mendorong ekonomi masyarakat, kearifan lokal, agama yang menjadi pekerjaan besar ke depan, satukan energi untuk mendorong akselerasi, percepat layanan ke masyarakat kita, dan layanan ke masyarakat kita dekatkan. Kami punya program oto dotoro sehingga masyarakat kita yang perlu ditolong dapat cepat terselamatkan,” papar Amran Mahmud.

Amran juga memerintahkan untuk membenahi Bangsalae untuk sektor pariwisata, agar ada kunjungan dari daerah lain ke tempat tersebut dan bisa menggerakkan perekonomian Wajo. Danau Tempe akan dikembalikan iconnya yang nantinya akan menjadi kunjungan wisata.(adv/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *