Menkes Nila: Pasien Kanker Anak dan Remaja Perlu Dukungan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2015, di Indonesia terdapat sekitar 4.100 kasus kanker anak-anak per tahun, sebagian besar merupakan leukemia. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 (Riskesdas) menunjukkan prevalensi kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus.

Sedangkan data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada lebih dari 175 ribu anak di dunia didiagnosis mengidap kanker, dan sekitar 90 ribu diantaranya meninggal dunia. Kurangnya deteksi dini membuat kanker lebih sulit disembuhkan.

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) sangat mendukung setiap inisiatif yang memfasilitasi pengobatan kanker, terutama untuk anak-anak dan remaja.

“Pasien kanker anak-anak dan remaja perlu dukungan yang luar biasa dalam menjalani pengobatan agar bisa cepat sembuh,” ujar Nila saat menghadiri peresmian Bangsal Remaja Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD), Jakarta, Rabu (27/2).

Apalagi lanjut Nila, mereka sedang berada dalam usia pertumbuhan dimana mereka seharusnya dapat bermain dan belajar dengan gembira. Dengan adanya bangsal khusus anak-anak dan remaja di RSKD, diharapkan dapat membantu pasien kanker khususnya anak-anak dan remaja untuk sembuh.

“Kami berharap para pasien dapat lebih bersemangat untuk sembuh dan mereka bisa tetap merasa nyaman selama menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Nila.

Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais Prof. dr. H. Abdul Kadir, PhD., Sp.THT KL (K), MARS menambah, peresmian bangsal remaja di RSKD kolaborasi Prudential Indonesia melalui Program Community Investment Prudential Indonesia di bawah pilar Kesehatan dan Keselamatan (Health and Safety) dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) merupakan acara puncak dari peringatan Wold Cancer Day di RSKD.

Bangsal remaja ini memiliki berbagai fasilitas seperti Ruang Konsultasi, Psikiatri, Teen Lounge (ruang berkumpul pasien remaja), dan Multi-media corner. “Kami berharap fasilitas tersebut bisa membantu memberikan semangat untuk pasien anak-anak dan remaja agar cepat sembuh,” kata Prof. Kadir.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Prudential Indonesia juga telah mendonasikan mesin Apheresis, yang dirancang untuk memisahkan sel-sel darah, baik untuk terapi pasien maupun transfusi darah.

Donasi ini ditujukan ke beberapa rumah sakit, seperti RSCM dan RSKD di Jakarta, RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, RSUP Sanglah di Denpasar, RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, RS Universitas Hasanudin di Makassar, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung. Sebelumnya, Prudential Indonesia juga telah memberikan bantuan untuk merenovasi bangsal anak-anak di RSKD.

Dari tahun 2003-2018, Prudential Indonesia telah mendukung pendanaan untuk 6.642 pasien anak-anak melalui penggantian biaya medis dan penggunaan mesin apheresis. Di tahun 2013-2018, seminar dan sosialisasi untuk mempromosikan kesadaran kanker anak juga telah dilakukan kepada 12.342 orang melalui YOAI.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...