RS Ini Punya Bangsal Khusus Pasien Kanker Remaja, Pertama di Indonesia

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – RS Kanker Dharmais Jakarta kini memiliki fasilitas baru. Yakni ruangan rawat atau bangsa khusus bagi pasien kanker yang berusia remaja. Fasilitas ini diklaim yang pertama di Indonesia.

Bangsal khusus pasien kanker tersebut merupakan kerjasama dari sejumlah pihak. Yakni RS Kanker Dharmais, Yayasan Ongkologi Anak Indonesia (YOAI), dan Prudential Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek hadir langsung meresmikan ruangan seluas seribu meter persegi tersebut di Jakarta Rabu (27/2).

Menkes Nila mengatakan masalah kanker adalah masalah yang harus diselesaikan bersama. ’’Mari kita fight melawan kanker,’’ katanya. Pada anak-anak, kata Nila, kanker yang menyerang kebanyakan adalah leukemia.

Dia juga berpesan kepada asuransi swasta untuk ikut mengkampanyekan program Germas (Gerakan Masyarakat Sehat). Caranya adalah dengan mendorong upaya produktif dan promotif.

Selain itu juga bisa menjalankan program checkup secara berkala bagi peserta program asuransi masing-masing.

Ketua YOAI Rahma Adi Putra Tahir menuturkan awalnya RS Kanker Dharmais memiliki ruangan khusus anak-anak. Pada tahap pertama luasnya 500 meter persegi. Kemudian diperluas kembali menjadi 1.000 meter persegi.

Kemudian saat ini juga memiliki ruangan khusus penderita kanker usia remaja yang berada di lantai empat dan memiliki lebih dari 40 ruang perawatan.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais Abdul Kadir menuturkan pembangunan fasilitas untuk penderita kanker usia remaja itu menelan biaya Rp 4,5 miliar. Uang tersebut adalah pemberian dari Prudential Indonesia.

’’Kenapa ada ruangan remaja? Karena pasien kanker tinggal di RS selama berbulan-bulan,’’ tuturnya.

Pasien kanker di RS Kanker Dharmais bisa menjalani perawatan dua bulan bahkan tiga bulan. Nah dalam tempo yang lama tersebut, remaja penderita kanker tetap harus menjalani kegiatan sekolah.

Kemudian mereka juga butuh tempat bersosialisasi. Di bangsal khusus tersebut, juga disiapkan ruangan untuk psikolog bagai penderita kanker yang membutuhkan pendampingan. Hilmi Setiawan

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment